Matteo Renzi Resmi Menjadi Perdana Menteri Termuda Italia

Kompas.com - 23/02/2014, 01:25 WIB
Perdana Menteri Italia yang baru Matteo Renzi (kanan) menerima bel perak dari pendahulunya Enrico Letta, sesaat sebelum dilantik di istana kepresidenan di Roma, Sabtu (22/2/2014). Renzi (39) menjadi perdana menteri termuda dalam sejarah Italia. ALBERTO LINGRIA / AFPPerdana Menteri Italia yang baru Matteo Renzi (kanan) menerima bel perak dari pendahulunya Enrico Letta, sesaat sebelum dilantik di istana kepresidenan di Roma, Sabtu (22/2/2014). Renzi (39) menjadi perdana menteri termuda dalam sejarah Italia.
EditorErvan Hardoko
ROMA, KOMPAS.com - Matteo Renzi, Sabtu (22/2/2014), dilantik menjadi perdana menteri baru Italia, di tengah keraguan bahwa pemerintahan baru ini memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah negeri itu.

Mantan wali kota Florence itu menjadi perdana menteri termuda Italia dalam usia 39 tahun. Dia dilantik Presien Giorgio Napolitano di istana kepresidenan Roma, disaksikan istri dan ketiga anaknya.

Pemimpin berhaluan kiri-tengah itu mengambil alih pemerintahan di negeri dengan perekonomian terbesar ketiga Uni Eropa itu di saat resesi ekonomi mendera negeri itu.

"Ini adalah tugas yang sulit dan berat. Tapi kami adalah Italia, kami akan sukses. Kami akan tetap jujur, bebas, dan sederhana," kata Renzi lewat akun Twitter-nya.

Renzi diharapkan sudah mempresentasikan program-programnya di majelis tinggi pada Senin (24/2/2014), sebelum menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya di majelis rendah sehari sesudahnya.

Untuk membantunya, Renzi membentuk kabinet beranggotakan 16 orang menteri dan setengah dari menterinya adalah perempuan. Dengan rata-rata usia menterinya 47,8 tahun, maka kabinet Renzi adalah yang termuda sepanjang sejarah Italia.

"Renzi berjudi dengan kesegaran, wajah baru dan energi baru. Namun, keraguan muncul terkait pengalaman dan kemampuan pemerintah menanggulangi krisis ekonomi terburuk Italia sesudah perang," kata pengamat politik Italia, Mario Calabresi kepada harian La Stampa.

Negara-negara Eropa akan mengawasi dengan ketat apakah Renzi dapat melakukan revolusi untuk kembali mengangkat perekonomian Italia setelah pendahulunya Enrico Letta gagal melakukan reformasi di negara yang dililit korupsi dan birokrasi itu.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X