Kompas.com - 22/02/2014, 19:38 WIB
Seorang pengunjuk rasa meletakkan ban bekas di nyala api, Selasa (18/2/2014), untuk membangun barikade menyala di antara demonstran dan polisi anti-huru-hara di Kiev, Ukraina. Unjuk rasa pada hari itu berakhir dengan kekerasan terburuk sepanjang gelombang demonstrasi bergulir di negara itu sejak November 2013, dengan setidaknya 26 orang tewas. Ukraina, terancam sanksi internasional. AFP PHOTO / LOUISA GOULIAMAKISeorang pengunjuk rasa meletakkan ban bekas di nyala api, Selasa (18/2/2014), untuk membangun barikade menyala di antara demonstran dan polisi anti-huru-hara di Kiev, Ukraina. Unjuk rasa pada hari itu berakhir dengan kekerasan terburuk sepanjang gelombang demonstrasi bergulir di negara itu sejak November 2013, dengan setidaknya 26 orang tewas. Ukraina, terancam sanksi internasional.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Kelompok oposisi Ukraina mengklaim sudah membebaskan mantan Perdana Menteri (PM) Ukraina Yulia Tymoshenko dari penjara. Perempuan yang pernah menjadi orang nomor satu Ukraina itu diketahui mendekam di penjara Kharkiv, kota di kawasan Timur Ukraina, tulis AP  pada Sabtu (23/2/2014).

Media tersebut merilis pernyataan Juru Bicara Perempuan untuk Yulia Tymoshenko, Natasha Lysova. Menurut perempuan itu, Tymoshenko adalah rival Presiden Viktor Yanukovych. Pada 2011, Yulia dijebloskan ke penjara dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.

Meski Lysova tidak memberikan penjelasan lebih rinci, pembebasan terhadap Yulia Tymoshenko terjadi setelah parlemen Ukraina mengambil suara untuk pembebasan dakwaan terhadapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X