Kompas.com - 21/02/2014, 22:48 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorErvan Hardoko
NAIROBI, KOMPAS.com - Pemerintah sebuah daerah di wilayah barat Kenya mendesak pemerintah pusat untuk menerbitkan undang-undang yang menjatuhkan hukuman kebiri untuk pemerksa dan pelaku pelecehan seksual.

Usulan disampaikan pemerintah daerah Baringo di provinsi Rift Valley karena aparat setempat sudah lelah menangani kasus pemerkosaan, fedofilia, dan hubungan seks dengan binatang.

Pemerintah Baringo juga mengatakan hukuman yang tersedia saat ini untuk para pemerkosa dianggap terlalu ringan.

"Kami di Baringo siap untuk melakukan apapun agar usulan hukuman kebiri ini bisa dikabulkan," kata seorang anggota parlemen, Solomon Chemjor.

"Kami ingin negeri ini aman buat anak-anak kami. Kami harus melindungi keluarga dan masyarakat kami," tambah Solomon.

Kasus-kasus asusila, lanjut Solomon, sudah menjadi masalah besar di Kenya. Hampir setiap pekan terjadi kasus pemerkosaan di berbagai wilayah negeri itu.

"Kasus-kasus pemerkosaan ini tak hanya menimpa anak-anak, namun juga mereka yang cacat, orang tua dan hewan ternak," tambah Solomon yang menuding kecanduan alkohol dan pengangguran menjadi pemicu semua ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Para pelaku pemerkosaan mengambil keuntungan dari lemahnya hukum di Kenya," ujar Solomon lagi.

Para pejabat Baringo tidak memberikan data angka pemerkosaan di wilayah itu, atau bagaimana kasus pemerkosaan di Baringo jika dibandingkan dengan daerah lain di Kenya.  Namun, Solomon mengatakan tanda-tanda bahwa masalah ini semakin memburuk sangat jelas.

Sejumlah organisasi pejuang HAM di Kenya memngatakan perkosaan merupakan masalah besar di negeri itu namun jarang sekali aparat hukum menanganginya dengan serius.

Sebagai contoh, tahun lalu terjadi pemerkosaan beramai-ramai yang menimpa seorang siswi sekolah yang membuatnya terluka parah hingga tak mampu berjalan. Polisi memang mampu menahan tiga tersangka pelaku perkosaan ini, namun ketiganya hanya dihukum memotong rumput di sekitar kantor polisi.

Awal bulan ini, kantor kejaksaan akhirnya merespon keresahan masyarakat dan memerintahkan kasus ini disidangkan di pengadilan dan juga memerintahkan penyelidikan terhadap kegagalan polisi menyidik kasus tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.