Kompas.com - 21/02/2014, 22:10 WIB
CEO Nissan Motor Corporation Carlos Ghosn bersama PM Bhutan Tshering Tobgay memperkenalkan mobil listri Nissan Leaf di Thimpu, Jumat (21/2/2014). Kerajan Bhutan dan Nissan menandatangani kesepakatan untuk menjadi percontohan mobil listrik ini. DIBYANGSHU SARKAR/AFPCEO Nissan Motor Corporation Carlos Ghosn bersama PM Bhutan Tshering Tobgay memperkenalkan mobil listri Nissan Leaf di Thimpu, Jumat (21/2/2014). Kerajan Bhutan dan Nissan menandatangani kesepakatan untuk menjadi percontohan mobil listrik ini.
EditorErvan Hardoko

THIMPU, KOMPAS.com — Kerajaan Bhutan, Jumat (21/2/2014), menandatangani kesepakatan dengan industri mobil Nissan untuk memasok mobil listrik bagi pemerintah dan taksi.

Berdasarkan kesepakatan itu maka Nissan akan menyediakan ratusan Nissan Leaf dan mendirikan stasiun pengisian baterai di berbagai tempat.

Bhutan memiliki dan mengekspor energi dari pembangkit listrik air, tetapi masih memerlukan minyak untuk kebutuhan transportasi.

Perdana Menteri Tsherung Tobgay mengatakan, kesepatakan dengan Nissan ini akan membantu pemerintah untuk mencapai sasaran "emisi nol".

Negara kerajaan berpenduduk 720.000 orang ini dikenal dengan pengukuran "kegembiraan nasional'" dan bukan GDP seperti umumnya di negara-negara lainnya.

Namun sejak tahun 2013, PM Togbay mulai menyingkirkannya karena dianggap mengalihkan perhatian dari kemiskinan dan korupsi.

Nissan Leaf merupakan mobil listrik paling laris di dunia dengan penjualan 100.000 unit sejak akhir 2010 atau sekitar 45 persen dari total pangsa pasar mobil listrik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga saat ini Leaf masih belum mampu menyaingi mobil hibrida —yang menggunakan listrik dan bensin— walau tetap menjadi simbol komitmen Nissan untuk perlindungan lingkungan.

Nissan sudah mencapai kesepakatan dengan 100 negara dan kota di dunia untuk mempromosikan mobil listrik, antara lain dengan Barcelona di Spanyol dan Sao Paulo di Brasil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.