Pesawat Angkut AU Libya Jatuh di Tunisia, 11 Tewas

Kompas.com - 21/02/2014, 16:42 WIB
Sebuah pesawat angkut milik AU Libya jenis Antonov-26 buatan Uni Soviet, jatuh di sebuah lahan pertanian di sebuah desa tak jauh dari ibu kota Tunisia, Tunis, Jumat (21/2/2014), menewaskan 11 orang penumpang dan awaknya. AFPSebuah pesawat angkut milik AU Libya jenis Antonov-26 buatan Uni Soviet, jatuh di sebuah lahan pertanian di sebuah desa tak jauh dari ibu kota Tunisia, Tunis, Jumat (21/2/2014), menewaskan 11 orang penumpang dan awaknya.
EditorErvan Hardoko
TUNIS, KOMPAS.com - Sebuah pesawat terbang milik angkatan udara Libya jatuh di sebelah selatan ibu kota Tunisia, Tunis, Jumat (21/2/2014), menewaskan 11 orang penumpangnya.

Pesawat naas itu jatuh di sebuah ladang di desa Nianou tanpa merusak satupun rumah di tempat tersebut. Desa Nianou sekitar 40 kilometer dari kota Tunis.

Bendera Libya masih terlihat jelas di ekor pesawat meski sebagian besar badan pesawat itu hancur lebur.

"Seluruh tubuh pesawat terbakar. Tim penyelamat tiba di lokasi kecelakaan hanya bisa menemukan jasad-jasad yang sudah hangus," kata juru bicara tim penyelamat, Mongi El Kadhi.

"Pesawat itu jatuh sekitar pukul 01.30 dini hari (07.30 WIB). Di dalamnya terdapat 11 penumpang yaitu tiga dokter, dua pasien dan enam kru," tambah El Kadhi.

Sejauh ini belum diperoleh informasi soal identitas kedua pasien di dalam pesawat medis militer itu dan alasan mereka diterbangkan ke bandara internasional Tunis-Carthage dari sebuah pangkalan militer dekat Tripoli, Libya.

Petugas menara pengawas lalu lintas udara Tunis, Sofiene Bejaoui mengatakan pesawat Libya itu adalah jenis pesawat Antonov An-26 bermesin baling-baling buatan Uni Soviet.

"Berdasarkan petugas pengawas yang berbicara dengan pilot semalam, pernyataan terakhir pilot adalah mesin sedang terbakar," ujar Bejaoui.

"Pesawat itu adalah jenis Antonov An-26 milik AU Libya dengan nomor registrasi Five Alpha Delta Oscar Whiskey," Bejaoui.

Tim penyelamat kini sedang berupaya mencari kotak hitam pesawat untuk memastikan penyebab kecelakaan adalah kerusakan mesin seperti diduga.

Hampir sebanyak 1.400 pesawat tranportasi militer dibangun 1969 dan 1986. Sebanyak 420 unit di antaranya diekspor ke luar negeri. Demikian situs resmi Antonov.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X