Kompas.com - 21/02/2014, 09:05 WIB
EditorEgidius Patnistik
HOUSTON, KOMPAS.COM — Beberapa pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Houston, AS, menuju ke Florida, Kamis (20/2/2014) waktu setempat, untuk memeriksa tuduhan perkosaan, penyerangan, dan percobaan pembunuhan yang dilakukan seorang warga negara Indonesia di atas kapal pesiar MV Nieuw Amsterdam pekan lalu. Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Washington DC, Heru Subolo, memastikan hal itu kepada VOA (Voice of America) lewat telepon.

Ketut Pujayasa, pegawai di kapal pesiar MS Niew Amsterdam, ditangkap segera setelah mengakui melakukan kejahatan tersebut di atas kapal pesiar itu dan diserahkan kepada FBI setelah kapal berlabuh di Porth Everglades Cruiseport, Fort Lauderdale, Florida, hari Minggu lalu.

Ketut Pujayasa, yang berusia 28 tahun, mengaku kepada tim penyelidik FBI bahwa ia merencanakan serangan terhadap penumpang kapal yang berkewarganegaraan Amerika itu. Ia merasa terhina dengan pernyataan perempuan itu sewaktu ia mengantarkan sarapan pagi beberapa hari sebelumnya. Agen Khusus FBI, David Nunez, dalam laporan pemeriksaan yang dikutip sejumlah media lokal di Florida, mengatakan, perempuan itu meneriakkan kata-kata "Wait a minute, son of a bitch," ketika Ketut mengetuk pintu kamarnya. Ketut mengatakan pernyataan "son of a bitch" itu merupakan penghinaan terhadap dirinya dan keluarga. Ia sangat marah sepanjang hari itu.

Ketut berencana menampar perempuan itu sebagai pembalasan, tetapi saat tidak bertugas ia justru masuk ke kamar perempuan itu dengan menggunakan kunci serep dan menunggu di balkon kamar. Ia sempat tertidur di balkon itu. Ketika terbangun, ia melihat wanita itu sudah berada di dalam kamar. Ketut memukul perempuan itu dengan laptop serta mencekiknya dengan menggunakan tali setrikaan dan telepon.

Perempuan itu melawan dengan menggigitnya dan membalas pukulan dengan alat pembuka botol yang mengenai alat kelamin Ketut. Kepada FBI, sebagaimana dikutip beberapa media lokal di Florida, Pujayasa mengaku berniat membuang perempuan itu ke perairan di dekat Roatan, Honduras, untuk menghilangkan bukti.

Namun, sebelum sempat melaksanakan niatnya, seorang penumpang lain mengetuk pintu kamar dan membuat Ketut melarikan diri dari balkon kamar tersebut. Perempuan itu lari ke luar kamar dengan hanya mengenakan tank-top yang berlumuran darah.

Ketut kemudian kembali ke kamarnya dan mengaku kepada teman sekamarnya bahwa ia telah membunuh seorang penumpang. Ia segera ditangkap dan diserahkan kepada pihak berwenang setelah kapal merapat di Port Everglades Cruiseport, Fort Lauderdale, Florida. Ia ditahan tanpa uang jaminan pembebasan. Sementara perempuan tersebut dilarikan ke South Florida Hospital.

Holland America Line yang mengoperasikan kapal pesiar MV Nieuw Amsterdam segera memecat Ketut Pujayasa. Dalam pernyataan tertulisnya, Holland America Line mengatakan "telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh stafnya, termasuk pemeriksaan catatan kriminal". Holland America Line menambahkan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk menyelidiki kasus ini dan mencegah terjadinya kasus serupa pada kemudian hari.

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Washington DC Heru Subolo mengatakan telah menghubungi keluarga Ketut Pujayasa, pihak Holland America, dan otoritas berwenang di Fort Lauderdale, Florida, untuk memperoleh keterangan selengkapnya atas kasus ini. KJRI Houston juga akan memastikan agar Ketut terlindungi hak-haknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.