Kompas.com - 20/02/2014, 23:03 WIB
Polisi Irak terlihat bersama dengan seorang anggota milisi kesukuan di salah satu sudut kota Ramadi, Provinsi Anbar. Sejak beberapa hari terakhir baku tembak terjadi di kota itu antara para pejuang Negara Islam Irak dan Mediterania Timur (ISIL) dan pasukan Irak yang didukung milisi kesukuan. AZHAR SHALLAL / AFPPolisi Irak terlihat bersama dengan seorang anggota milisi kesukuan di salah satu sudut kota Ramadi, Provinsi Anbar. Sejak beberapa hari terakhir baku tembak terjadi di kota itu antara para pejuang Negara Islam Irak dan Mediterania Timur (ISIL) dan pasukan Irak yang didukung milisi kesukuan.
EditorErvan Hardoko

BAGHDAD, KOMPAS.com — Irak menawarkan hadiah sekitar 17.000 dollar AS atau sekitar Rp 200 juta untuk setiap anggota militan Al Qaeda yang tertangkap atau terbunuh. Pengumuman itu dikeluarkan di situs Kementerian Pertahanan Irak.

Irak juga menawarkan hadiah yang sama untuk penangkapan militan lain, termasuk kelompok Negara Islam Irak.

Kelompok ini dituding bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom bunuh diri yang menyebabkan pecahnya lagi kerusuhan sektarian terparah di Irak sejak 2008.

Bulan lalu, para militan kelompok itu untuk pertama kalinya menguasai dua kota, Fallujah dan Ramadi di Provinsi Anbar. Pemerintah Irak sejauh ini gagal mengusir kelompok militan itu keluar dari kedua kota tersebut.

Pada Selasa (18/2/2014), bom meledak di kawasah Syiah di Baghdad dan di kota Hilla, Irak selatan, menewaskan paling tidak 49 orang.

Kepala kepolisian Hilla, Mayor Jenderal Abbas Abid, menyalahkan kelompok yang terkait Al Qaeda berada di balik serangan bom itu.

"Kelompok teroris Al Qaeda berada di balik serangan di Hilla untuk membuat bingung pasukan keamanan dan menimbulkan korban di kalangan sipil," kata Abid kepada kantor berita Reuters.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki menyerukan bantuan internasional untuk memerangi Al Qaeda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.