Ulama UEA Terbitkan Fatwa Larangan Tinggal di Mars

Kompas.com - 20/02/2014, 14:47 WIB
Potret diri robot Curiosity milik NASA, di singkapan datar yang disebut 'John Klein' situs untuk kegiatan pengeboran batu di Planet Mars, 3 februari 2013. Foto direkam kamera Mars Hand Lens Imager yang terpasang di lengan robot. NASA/JPL-Caltech/MSSS Potret diri robot Curiosity milik NASA, di singkapan datar yang disebut 'John Klein' situs untuk kegiatan pengeboran batu di Planet Mars, 3 februari 2013. Foto direkam kamera Mars Hand Lens Imager yang terpasang di lengan robot.
EditorEgidius Patnistik
DUBAI, KOMPAS.COM — Sebuah fatwa yang melarang orang tinggal di Mars diterbitkan sejumlah ulama yang mengatakan bahwa upaya untuk mendirikan tempat tinggal manusia di sana merupakan sesuatu yang tidak Islami.

Fatwa tersebut dikeluarkan Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf (General Authority of Islamic Affairs and Endowment/GAIAE) di Uni Emirat Arab (UEA) setelah organisasi Mars One yang berbasis di Belanda mengumumkan bahwa organisasi itu akan mencoba dan membangun permukiman permanen di Mars.

GAIAE berpendapat, upaya untuk menetap di planet merah itu akan sangat berbahaya, akan dianggap seperti bunuh diri dan aksi bunuh diri dilarang dalam Islam.

GAIAE, sebagaimana dikutip Khaleejtimes.com—situs berita yang berbasis di Dubai—, mengatakan, "Perjalanan tak mungkin kembali itu menimbulkan risiko nyata bagi kehidupan, dan hal itu tidak bisa dibenarkan dalam Islam. Ada kemungkinan bahwa seseorang yang melakukan perjalanan ke Mars mungkin tidak dapat tetap hidup di sana, dan lebih rentan terhadap kematian."

Para astronot itu, kata GAIAE, akan berujung kematian tanpa "alasan yang tepat" dan di akhirat akan menghadapi hukuman yang sama dengan orang yang melakukan bunuh diri.

GAIAE telah menerbitkan sekitar dua juta fatwa melalui Pusat Fatwa Resmi sejak didirikan tahun 2008.

Misi multi-miliar dollar Mars One berharap untuk mendirikan koloni manusia di Mars tahun 2025. Situs web organisasi itu mengatakan, "Rencana misi Mars One terdiri dari misi kargo dan persiapan tanpa awak dari sebuah permukiman layak huni, disusul pendaratan manusia. Dalam tahun-tahun mendatang, sebuah misi demonstrasi, sejumlah satelit komunikasi, dua wahana penjelajah, dan beberapa misi kargo akan dikirim ke Mars. Misi-misi itu akan mendirikan pos di mana kru manusia akan hidup dan bekerja."

Sejauh ini, lebih dari 200.000 orang, termasuk 500 orang Saudi dan Arab, telah melamar untuk ambil bagian dalam misi itu.

Desember lalu, Mars One memilih 1.058 orang untuk ambil bagian dalam percobaan bagi proyek ambisius itu.

Co-founder Mars One, Bas Lansdorp, mengatakan, "Kami sangat menghargai dan terkesan dengan banyaknya orang yang mengajukan aplikasi. Namun, tantangan dengan 200.000 pelamar adalah memilah orang-orang yang kami anggap secara fisik dan mental cocok untuk menjadi duta manusia di Mars dari orang-orang yang jelas-jelas menganggap misi ini tidak serius. Kami bahkan punya beberapa pelamar yang mengirimkan video mereka dalam kondisi bugil!"

Mars terletak sekitar 141,6 juta mil dari Matahari dan memiliki suhu rata-rata minus 85F (atau minus 65C). Atmosfernya sangat tipis, hanya satu persen dari tekanan Bumi, dan 95 persen berupa karbon dioksida.



Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X