Kompas.com - 18/02/2014, 15:09 WIB
EditorEgidius Patnistik
VATICAN CITY, KOMPAS.COM - Paus Fransiskus sudah mengantongi paspor Vatikan yang membuatnya punya privilese sebagai kepala negara. Namun hal itu tidak menghentikan dia untuk memperpanjang paspor dan kartu tanda penduk (KTP) Argentina-nya.

Paus memilih untuk mengisi sejumlah dokumen, yang kemudian memungkinkan dia melakukan perjalanan ke seluruh dunia sebagai warga negara Argentina biasa. Namun, dia sekarang harus menunggu beberapa hari untuk menerima paspor dan KTP itu saat aplikasinya diproses melalui jalur administrasi Argentina. Dalam proses perpanjangan itu, kepala Gereja Katolik Roma tersebut diambil fotonya oleh perwakilan Argentina untuk Vatikan di hotelnya di Italia.

Paus juga men-scan sidik jarinya dan me-record tanda tangannya dengan menggunakan komputer notebook. Namun dia memutuskan untuk tidak menerima hak istimewa apapun dan bahkan berkeras untuk membayar biaya perpanjangan paspor dan KTP untuk dirinya, kata Duta Besar Juan Pablo Cafiero kepada kantor berita Associated Press.

Perpanjangan paspor dan KTP Argentina biasanya berbiaya sekitar 55 dollar AS (atau Rp 646.000) pada nilai tukar resmi.

"Dia menginginkan paspor itu saat melakukan perjalanan. Paspor Argentina berguna untuk itu," kata Cafiero.

Pemerintah Argentina merilis foto kartu identitas Paus berusia 76 tahun itu, Minggu (16/2/2014).  Foto tersebut menunjukkan dia berpose dalam jubah kepausan warna putih dalam gaya klasik Argentina, dengan ekspresi wajah serius.

Karena paus secara otomatis mengadopsi kewarganegaraan Vatikan, Menteri Dalam Negeri Argetina, Florencio Randazzo, mengatakan perpanjangan paspor itu "membuat kami bangga". Dia menambahkan, "Fransiskus secara khusus meminta untuk tidak menikmati hak istimewa sehingga KTP dan paspor barunya diproses melalui jalur administrasi biasa. "Dalam beberapa hari mendatang, dia akan menerima paspornya di Casa Santa Marta di Vatikan, di mana dia telah menyatakan bahwa dirnya merupakan seorang penduduk Vatikan."

Paus telah memilih untuk tinggal di wisma kecil Vatikan bukan apartemen kepausan yang resmi. Pilihannya itu merupakan bagian dari gaya hidup sederahana yang dia jalani sejak terpilih jadi paus tahun lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.