Kompas.com - 18/02/2014, 08:47 WIB
Kelompok suku Pakistan berkumpul di Provinsi Baluchistan barat daya pada 11 Januari 2006. AFPKelompok suku Pakistan berkumpul di Provinsi Baluchistan barat daya pada 11 Januari 2006.
EditorEgidius Patnistik
QUETTA, KOMPAS.COM — Sepasang kekasih dirajam hingga tewas karena tuduhan perzinaan di daerah terpencil di Provinsi Baluchistan, Pakistan barat. Enam pria kemudian ditahan pihak berwenang terkait kasus itu.

Pasangan tersebut, keduanya telah menikah dengan orang lain, diyakini berusia 30-an tahun, kata Sarfaraz Bugti, menteri dalam negeri untuk wilayah Baluchistan.

Ayah dan saudara laki-laki si perempuan dan paman serta ayah si pria telah ditahan bersama dengan seorang pemimpin agama yang diyakini telah mengeluarkan perintah untuk membunuh mereka pada akhir pekan lalu. Seorang pria lain yang punya hubungan dengan pemimpin agama itu juga ditahan.

"Itu merupakan satu tindakan yang memalukan dan orang-orang yang terlibat dalam merajam si pria dan perempuan itu akan diseret ke pengadilan," kata Bugti, Senin (17/2/2014).

Jenazah perempuan itu akan digali untuk pemeriksaan forensik pada Selasa ini. Demikian kata Bugti. Pihak berwenang masih mencari kuburan si pria.

Bugti mengatakan, ia memerintahkan kepala polisi lokal di desa pasangan itu di Loralai untuk diberhentikan karena tidak mengambil tindakan apa pun ketika pembunuhan itu terjadi.

Di banyak daerah pedesaan Pakistan, pertemuan para tetua suku, sering disebut jirga, menerbitkan hukuman mati bagi pasangan atau perempuan yang dianggap telah melanggar budaya yang sangat konservatif. Pembunuhan seperti itu merupakan sesuatu yang ilegal di Pakistan, tetapi kepolisian sering kali mengabaikan pembunuhan yang terjadi.

Bahkan, jika kasus-kasus itu dibawa ke pengadilan, perkara-perkara tersebut bisa memakan waktu bertahun-tahun unduk diproses dan tingkat penghukuman secara nasional berada pada kisaran 5 sampai 10 persen.

Kelompok hak-hak perempuan, Aurat Foundation, mengatakan, pihaknya melacak sekitar 1.000 kasus pembunuhan demi kehormatan per tahun hanya berdasarkan laporan media. Angka sebenarnya mungkin saja jauh lebih tinggi. Sejauh ini, tidak ada pihak yang melacak jumlah penuntutan atau proses penuntutan yang berhasil terkait kasus-kasus seperti itu.

Salah satu kasus yang menyedot perhatian adalah tentang lima orang perempuan yang diduga telah dibunuh tahun 2012 di daerah terpencil Kohistan setelah mereka direkam sedang bernyanyi dan bertepuk tangan dengan iringan musik bersama dua orang pria. Mahkamah Agung, yang telah memperjuangkan kasus HAM selama lima tahun terakhir, akhirnya campur tangan dalam apa yang secara luas dilihat sebagai ujian bagi hak-hak perempuan. Namun, sebuah penyelidikan yang kacau yang mengabaikan sejumlah bukti forensik penting menyimpulkan bahwa para perempuan itu masih hidup.

Baru-baru ini seorang hakim pengadilan yang lebih rendah mengangkat lagi kasus itu setelah sejumlah tersangka pembunuh para perempuan itu dihukum untuk tiga kasus pembunuhan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.