Kompas.com - 13/02/2014, 16:20 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Pengadilan kota Manikganj, Banglades, Kamis (13/2/2014), menjatuhkan hukuman penjara terhadap seorang pengemudi bus dan kernetnya setelah terbukti memerkosa seorang remaja perempuan.

Hakim kota Manikganj menyatakan, kernet bus bersalah memerkosa remaja yang juga pekerja di sebuah pabrik garmen itu. Sementara sang pengemudi bus diputuskan bersalah karena bersekongkol dan membantu si kernet memerkosa remaja tersebut.

Insiden yang terjadi pada Januari 2013 itu memicu aksi protes di ibu kota Dhaka dan Manikganj yang berjarak sekitar 70 kilometer dari ibu kota.

Peristiwa ini terjadi hanya berselang sebulan dari kasus pemerkosaan beramai-ramai yang menimpa seorang mahasiswi di New Delhi, India.

"Saat mengetahui pekerja garmen berusia 17 tahun itu sendirian di dalam bus, sang pengemudi sudah mencoba untuk memerkosanya di dalam bus yang masih bergerak," demikian keterangan jaksa penuntut, Abdus Salam.

Namun, lanjut Salam, bus itu akhirnya berhenti di dekat sebuah dermaga sungai di mana si kernet memerkosa remaja itu dengan bantuan sang pengemudi.

"Mereka berdua dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, yang artinya mereka masing-masing harus menghabiskan 32 tahun di dalam penjara," tambah Salam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekerasan terhadap perempuan menjadi masalah serius di Banglades, meski sebagian besar kasus kekerasan dan pemerkosaan tidak dilaporkan ke polisi karena stigma sosial terhadap korban pemerkosaan masih sangat tinggi di negeri konservatif itu.

Hasil jajak pendapat terbaru yang dilakukan biro statistik Banglades menemukan sekitar 87 persen dari 12.600 perempuan yang menikah mengatakan pernah merasakan kekerasan yang dilakukan suaminya.

Bahkan separuh dari para perempuan yang menjadi responden jajak pendapat ini pernah dirawat di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita akibat kebrutalan suami mereka.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.