Kompas.com - 13/02/2014, 15:38 WIB
Para pekerja membersihkan serpihan es dari tangga yang menuju ke stasiun kereta bawah tanah di Brooklyn, New York, AS, akibat badai salju terbesar yang pernah menghantam negeri itu. SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPPara pekerja membersihkan serpihan es dari tangga yang menuju ke stasiun kereta bawah tanah di Brooklyn, New York, AS, akibat badai salju terbesar yang pernah menghantam negeri itu.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Badai musim dingin dalam skala besar melanda kawasan padat penduduk di timur laut AS, setelah menyebabkan banyak kerusakan di wilayah selatan.

Wilayah selatan biasanya dikenal beriklim sedang, tetapi akibat badai salju tersebut lebih dari setengah juta rumah dan tempat usaha kehilangan pasokan listrik, dan lebih dari 3.300 penerbangan dibatalkan.

Badai raksasa ini memengaruhi hajat hidup warga di 22 negara bagian antara Texas sampai Maine dan menewaskan sedikitnya 10 orang korban.

Bagian paling padat di AS —antara Washington DC dan Boston— diramalkan akan menerima timbunan salju setinggi 20 cm.

Kantor Layanan Cuaca Nasional AS menyebutkan, badai ini melebihi "proporsi historis", dan mengakibatkan warga Amerika di wilayah selatan menyaksikan berbagai kerusakan akibat patahnya pohon-pohon, tiang listrik tertutup es setebal 2,5 cm, jalan raya berubah jadi kuburan mobil, berbagai kasus kecelakaan jalan, dan laporan warga yang menggigil kedinginan di rumah-rumah tanpa listrik.

Peramal cuaca memperkirakan badai ini jadi salah satu yang terkuat mengguncang negara bagian Atlanta, kota terbesar, di selatan, sejak 1973.

Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) mengirim kebutuhan pokok, termasuk generator, bahan pangan, air, selimut, dan ranjang tidur ke lokasi bencana di Atlanta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Soo Keith, warga yang tinggal di Raleigh, Atlanta, menceritakan kepada kantor berita Associated Press bahwa upayanya mengemudi di tengah jalan yang terbenam dalam salju dan es gagal total.

Dalam beberapa jam ia hanya mampu menempuh jarak dua mil dan selanjutnya memilih berjalan kaki menuju rumahnya. Keith mengatakan, butuh empat jam untuk sampai ke rumah dalam keadaan beku.

"Wajah saya beku, kacamata beku, rambut pun beku seluruhnya," katanya.

"Saya mengerti cara menyetir di tengah salju. Tapi badainya datang tiba-tiba dan semua orang meninggalkan tempat kerja dalam waktu bersamaan."

Korban badai diminta bersabar menanti listrik menyala kembali karena petugas setempat tengah berupaya mengembalikan daya akibat timbunan salju dan es di berbagai titik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.