Kompas.com - 11/02/2014, 16:36 WIB
Para pekerja migran asal Asia Selatan yang bekerja dalam proyek pembangunan stadion Piala Dunia 2022 tengah beristirahat makan siang. Beberapa media menuding Qatar memperlakukan para pekerja asing ini dengan sangat buruk. KARIM JAAFAR / AL-WATAN DOHA / AFPPara pekerja migran asal Asia Selatan yang bekerja dalam proyek pembangunan stadion Piala Dunia 2022 tengah beristirahat makan siang. Beberapa media menuding Qatar memperlakukan para pekerja asing ini dengan sangat buruk.
EditorErvan Hardoko

DOHA, KOMPAS.com — Penyelenggara Piala Dunia 2022 di Qatar menerbitkan piagam hak-hak pekerja setelah Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) menyerukan kepada Qatar untuk merevisi praktik ketenagakerjaan.

Diperkirakan 185 warga asal Nepal yang bekerja di sektor konstruksi meninggal dunia di Qatar terkait kecelakaan kerja.

Piagam hak-hak pekerja disusun Qatar bersama Organisasi Buruh Internasional (ILO). Dokumen berisi langlah-langkah yang harus ditempuh oleh para kontraktor bangunan dalam kegiatan sehari-hari.

Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek Piala Dunia 2022 harus membayar upah pekerja tepat waktu dan menyediakan akomodasi layak bagi pekerja, seperti dilaporkan wartawan BBC Richard Conway.

Mencegah kecelakaan kerja

Hak-hak lainnya meliputi hari libur, seluruh biaya kesehatan ditanggung perusahaan, dan akses telepon khusus yang kerahasiaannya dijaga. Tujuan penjabaran dokumen ini adalah mencegah kecelakaan kerja.

Penyelenggara Piala Dunia Qatar 2022 berharap akan ada sistem audit dan pengawasan di lapangan guna memastikan piagam dipatuhi. Para kontraktor konstruksi juga harus menjamin hak-hak pekerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Richard Conway melaporkan, Qatar melakukan pembangunan besar-besaran dengan didukung kekayaan minyak dan gas yang melimpah.

"Piala Dunia dipandang sebagai katalisator bagi rencana-rencana lebih besar," ujar Conway.

Namun, karena besarnya perhatian terhadap keselamatan pekerja, perwujudkan praktik yang sesuai dengan etika bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kewajiban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.