Menteri Singapura Kecam Penamaan KRI Usman-Harun

Kompas.com - 07/02/2014, 20:52 WIB
Ilustrasi: KRI Dewaruci tiba di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah berlayar selama 277 hari dan menempuh jarak 27,006 nautical mile melintasi 21 negara, Kamis (11/10/2012).  KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN Ilustrasi: KRI Dewaruci tiba di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah berlayar selama 277 hari dan menempuh jarak 27,006 nautical mile melintasi 21 negara, Kamis (11/10/2012).
|
EditorFarid Assifa

SINGAPURA, KOMPAS.com — Kontroversi penamaan KRI Usman-Harun berlanjut di negeri jiran Singapura. Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja Singapura Tan Chuan Jin mengecam penamaan tersebut melalui akun Facebook-nya, Jumat (7/2/2014) sore.

Tan menilai, pemilihan nama Usman dan Harun sebagai tindakan yang tidak sensitif, tidak berperasaan, dan tidak memiliki respek. Dalam tulisan yang emosional itu, Tan membuka cerita bahwa ayahnya luput dari maut pengeboman gedung MacDonald.

“Ayah saya bekerja di gedung itu, kebetulan hari itu beliau mengambil cuti, pengeboman itu mengguncang beliau," kata Tan.

Dia menambahkan, peristiwa itu juga meninggalkan luka yang dalam bagi warga Singapura, terutama keluarga korban yang ditinggalkan. Menteri yang pernah memimpin operasi kemanusiaan bencana tsunami 2004 di Aceh ini menegaskan bahwa tidak ada sesuatu yang heroik dan layak dibanggakan dari perbuatan Usman dan Harun.

“Mereka bertindak brutal dan telah membunuh penduduk sipil yang tidak berdosa, tidak selayaknya dibanggakan," tandasnya.

Tan menutup komentar di akun Facebook-nya dengan menyebutkan hubungan Indonesia-Singapura sudah terjalin dengan mesra selama ini. Menurutnya, sebagai teman dan tetangga, sudah seharusnya saling memaafkan apa yang terjadi pada masa lalu.

Berangnya negeri Merlion disebabkan oleh rencana Angkatan Laut Indonesia menamakan sebuah kapalnya dengan nama KRI Usman-Harun. Nama itu diambil untuk mengenang Usman Haji Muhammad Ali dan Harun Said, yang dieksekusi di Singapura atas peran mereka dalam pengeboman gedung MacDonald pada Maret 1965. Serangan itu merupakan bagian dari upaya Presiden Soekarno dalam melawan federasi yang baru terbentuk di Malaysia mencakup Singapura.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X