Kompas.com - 07/02/2014, 20:34 WIB
Pengunjuk rasa berkumpul saat melawan serangan polisi saat menggelar aksi protes di Kiev, Ukraina, Minggu (19/1/2014). AFP PHOTO/GENYA SAVILOVPengunjuk rasa berkumpul saat melawan serangan polisi saat menggelar aksi protes di Kiev, Ukraina, Minggu (19/1/2014).
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengingatkan kalau kelompok kanan radikal menyiapkan serangan teror di negeri itu. "Kelompok itu akan merusak perdamaian,"kata Menteri Dalam Negeri Ukraina Vitaliy Zakharchenko dalam sebuah konferensi pers di Kiev pada Jumat (7/2/2014), sebagaimana warta AP.

Saat ini, perundingan antara pemerintah dan kelompok oposisi Ukraina memang belum mencapai kata sepakat. Dalam kondisi ini, kata Zakharchenko, akan muncul banyak pihak yang ingin mengambil keuntungan.

Pada seminggu silam, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych mengingatkan rakyatnya agar bersatu melawan Naziisme, rasisme, dan Xenophobia. Sementara itu, kelompok anti-pemerintah pada 19 Januari lalu melakukan unjuk rasa berujung bentrokan dengan polisi. Dalam insiden itu, menurut pemerintah, ada dugaan kelompok kanan radikal berada di belakang kekisruhan.

Sejauh ini, sudah empat pengunjuk rasa tewas dalam berbagai aksi bentrokan di Kiev. Sementara, protes di Ukraina terjadi sejak November silam gara-gara pemerintah membatalkan perjanjian dengan Uni Eropa. Presiden Yanukovych malahan mendekatkan negaranya ke Rusia.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X