Sejarah Berulang, Berlarutnya Pembangunan Terusan Panama...

Kompas.com - 07/02/2014, 09:36 WIB
Setiap tahun sedikitnya 15.000 kapal laut melintasi Terusan Panama. AFPSetiap tahun sedikitnya 15.000 kapal laut melintasi Terusan Panama.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
PANAMA CITY, KOMPAS.com — Perluasan Terusan Panama ibarat sejarah berulang. Pembangunan pertamanya butuh waktu hampir empat abad sejak ide pertama hingga diresmikan pada 1914. Kini, perluasannya pun lagi-lagi terancam berlarut-larut dan membahayakan para pekerja meski dalam konteks berbeda.

Bila pada abad ke-16 kendala yang dihadapi Raja Spanyol adalah malaria dan teknologi, maka hari ini masalahnya berupa selisih biaya perluasan antara kontrak dan biaya tak terduga. Tetap ada keterlibatan Spanyol di dalamnya.

Sengketa atas selisih biaya perluasan Terusan Panama, Kamis (6/2/2014), memasuki hari kedua.
Para ekonom memperingatkan dampak perselisihan tersebut terhadap para pekerja dan ekonomi Panama. Perluasan Terusan itu mencatatkan selisih senilai 1,6 miliar dollar AS atau setara Rp 19,2 triliun memakai kurs hari ini, dibandingkan nilai kontrak yang ditandatangani pada 2009.

Pembicaraan antara Otoritas Terusan Panama dan sebuah konsorsium yang dipimpin perusahaan Spanyol, Sacyr, menemui kebuntuan pada Rabu (5/2/2014). Pembicaraan tak mencapai kesepakatan tentang siapa yang akan membayar selisih biaya tersebut.

Menteri yang menangani terusan tersebut, Roberto Roy, mengonfirmasi masih berhentinya pembangunan perluasan kanal itu. Konstruksi crane berdiri di atas dinding setengah jadi di lokasi kerja, tak bergeser sedikit pun setelah negosiasi gagal.

"Masa depan pekerja dan proyek diragukan. Ada krisis di sini dan kami tidak tahu bagaimana (proyek ini) akan berakhir," kata Saul Mendez, sekretaris jenderal serikat konstruksi Suntracs. Petinggi serikat mengatakan 3.000 sampai 3.500 pekerja terlibat dalam pembangunan perluasan kanal yang semula diperkirakan bakal menjadi kunci baru perekonomian di kawasan Pasifik dan Atlantik. Jalur ini menentukan lima persen jalur maritim internasional.

Sebelum sengketa meletus pada Desember 2013, pekerjaan ini melibatkan tak kurang dari 10.000 orang. Pengelola Terusan Panama, Jorge Quijano, berkeras menyatakan proyek akan selesai seusai rencana pada 2015, dengan atau tanpa konsorsium yang dikenal sebagai Grupo Unidos Por el Canal (GUPC).

GUPC meminta otoritas kanal memberi kompensasi atas biaya tak terduga senilai 1,6 miliar dollar AS, di luar nilai kontrak awal 3,2 miliar dollar AS. Namun, otoritas setempat mengatakan akan mengambil langkah yang tepat untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal, termasuk menyobek kontrak GUPS bila memang harus dilakukan.

"Saya tidak percaya pada target jadwal ini. Pembangunan dapat dengan mudah tertunda hingga 2016," kata ekonom Francisco Bustamante, mantan pejabat Inter-American Development Bank. Terusan ini diperluas untuk memungkinkan kapal pengangkut 12.000 kontainer melintas, tiga kali lipat dari kapasitas saat ini.

Perluasan Terusan Panama sudah dimulai sejak 2009 dan semula ditargetkan rampung pada akhir 2014, bertepatan dengan 100 tahun peresmian pada 15 Agustus 1914. Terusan ini memberikan pemasukan 960 juta dollar AS per tahun ke kas Pemerintah Panama, sekitar 10 persen dari total pendapatan mereka.

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X