Kompas.com - 04/02/2014, 18:55 WIB
|
EditorTri Wahono

ABU DHABI, KOMPAS.com — Indonesia dan Uni Emirat Arab menandatangani Perjanjian Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana dan Perjanjian Ekstradisi. Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM RI Dr Amir Syamsudin dan Menteri Kehakiman Persatuan Emirat Arab dan Dr Hadef Bin Joa’an Al Dhahiri, di Abu Dhabi, Minggu (2/2/2014) lalu.

Penandatanganan kedua perjanjian tersebut sebagai bagian dari tindak lanjut perundingan dan pembahasan yang telah dilakukan oleh kedua negara pada tahun 2009 di Abu Dhabi dan pada tahun 2012 di Nusa Dua, Bali.

Dengan perjanjian tersebut, kedua negara terikat untuk saling membantu dalam masalah pidana, antara lain meliputi perolehan alat bukti, pencarian keberadaan seseorang atau aset, serta pelaksanaan permintaan penggeledahan dan penyitaan aset.

Selain itu, juga disepakati perjanjian melakukan ekstradisi untuk setiap orang yang ditemukan berada di wilayah kedua negara untuk penuntutan atau persidangan atau pelaksanaan
hukuman tindak pidana yang dapat diekstradisikan dalam yurisdiksi pihak negara peminta ekstradisi.

Dalam penandatanganan tersebut, Amir Syamsuddin berharap agar kedua negara dapat mempererat kerja sama di bidang hukum, khususnya dalam menjalankan komitmen
internasional kedua negara dalam pemberantasan korupsi, pencucian uang, dan kejahatan lintas batas negara lainnya.

Dengan demikian, segala kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengembalian aset dapat teratasi dan kedua belah pihak dapat menjalankan kedua perjanjian tersebut dengan fleksibel mengingat bahwa tindak pidana berevolusi secara cepat sebagai akibat dari perkembangan bisnis yang sangat pesat dan tidak terlepas dari keberadaan lembaga-lembaga jasa keuangan dan investasi.

Sementara itu, Pemerintah Uni Emirat Arab menyambut baik pendekatan yang dimaksud dan mengharapkan kiranya kedua negara dapat mengembangkan kerja sama di bidang hukum lainnya serta kerja sama-kerja sama yang dapat mendorong peningkatan bisnis dan investasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.