Kompas.com - 03/02/2014, 20:01 WIB
Pengurus dana perwalian Nelson Mandela, Dikgang Moneseke (tengah) dalam jumpa pers di Johannesburg menjelaskan isi surat wasiat Mandela yang baru saja dibacakan. Mandela meminta harta warisannya dibagikan untuk keluarga, ANC, para stafnya, serta sejumlah sekolah lokal. ALEXANDER JOE / AFPPengurus dana perwalian Nelson Mandela, Dikgang Moneseke (tengah) dalam jumpa pers di Johannesburg menjelaskan isi surat wasiat Mandela yang baru saja dibacakan. Mandela meminta harta warisannya dibagikan untuk keluarga, ANC, para stafnya, serta sejumlah sekolah lokal.
EditorErvan Hardoko
JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Surat wasiat mendiang Nelson Mandela akhirnya dibacakan, Senin (3/2/2014). Dalam suratnya itu Mandela meninggalkan warisan harta dengan nilai 4,1 juta dollar AS atau sekitar Rp 50 miliar.

Warisan itu kemudian dibagikan untuk keluarga, partainya Kongres Nasional Afrika (ANC), mantan pegawainya, serta sejumlah sekolah lokal.

Wakil Ketua Mahkamah Agung Afsel Dikgang Moseneke kepada wartawan mengatakan, keluarga Mandela menerima pembagian harta itu dan sejauh ini tidak mengajukan keberatan.

Istri ketiga Mandela, Graca Machel, kemungkinan akan melepaskan haknya atas warisan mendiang suaminya itu, tetapi sejauh ini belum melakukan langkah apa pun.

Moseneke melanjutkan, sebagian warisan Mandela itu akan dibagi ke dalam tiga dana perwalian yang sudah dipersiapkan Mandela.

Salah satu dana perwalian itu ditujukan bagi keluarga besarnya yang terdiri lebih dari 30 anak, cucu, dan cicit itu.

Pembacaan surat wasiat Mandela itu dikhawatirkan akan menimbulkan percekcokan baru di antara anggota keluarganya terkait warisan finansial pahlawan Afrika Selatan itu.

Mandela, yang meninggal dunia pada Desember lalu dalam usia 95 tahun, meninggalkan harta benda antara lain berupa sebuah rumah mewah di Johannesburg, rumah sederhana di provinsi Eastern Cape, dan royalti dari penjualan buku, termasuk dari otobiografinya Long Walk to Freedom.

Selain itu, nama Mandela sudah digunakan beberapa cucu dan cicitnya sebagai "merek dagang", mulai dari pakaian hingga acara televisi.

Beberapa cucu Mandela bahkan sudah mulai menjual topi dan kaus menggunakan foto Mandela dan kata-kata "Long Walk to Freedom". Bahkan dua cucu Mandela yang tinggal di AS membintangi sebuah acara televisi berjudul Being Mandela.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.