Kompas.com - 03/02/2014, 17:25 WIB
EditorErvan Hardoko
JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Para wali pengurus harta kekayaan Nelson Mandela akan membuka permintaan terakhir dan surat wasiat pejuang anti-Aprtheid itu, Senin (3/2/2014), di tengah perselisihan keluarga terkait hak untuk menggunakan nama Mandela.

Dua bulan setelah kematian Mandela, para pengacara akhirnya akan mengungkap ahli waris yang ditunjuk untuk mengendalikan aset Mandela yang bernilai jutaan dollar AS itu.

Saat meninggal, Mandela meninggalkan istrinya Graca Machel, mantan istrinya Winnie Madikizela-Mandela, dan lebih dari 30 anak-anak, cucu, dan cicit. Mandela juga mewariskan sejumlah organisasi sosial seperti Mandela Centre of Memory dan Yayasan Anak-anak Nelson Mandela.

Bahkan sejak negarawan itu masih hidup anak-anak dan cucu Mandela sudah kerap berselisih soal siapa yang harus menjadi pemimpin keluarga besar itu dan siapa yang harus mendapatkan untung dari berbagai investasi Mandela.

Saat Mandela tergolek di rumah sakit, dua putrinya Zindzi dan Zenani meluncurkan gugatan hukum untuk mencoret dua sahabat lama Mandela, George Bizos dan Tokyo Sexwale sebagai wali aset dan investasi keluarga Mandela.

Selain perebutan harta, aroma politik juga mewarnai perebutan posisi pemimpin keluarga besar Mandela.

Putri tertua Mandela, Makaziwe, dikabarkan mengganti semua kunci kediaman Mandela di kampung halamannya setelah kematian sang ayah. Semua itu dilakukan agar cucu tertua Mandela, Mandla, tak bisa memasuki rumah itu.

Baik Makaziwe dan Mandla sama-sama mengklaim sebagai pemimpin keluarga besar Mandela menyusul kematian sang pahlawan Afrika Selatan itu pada Desember lalu.

Makaziwe mendapat dukungan dari mantan istri Mandela, Winnie. Sementara itu, Mandla didukung keluarga bangsawan dari suku asal Mandela.

Oleh karena itu, banyak kalangan berharap pembacaan surat wasiat Mandela itu akan mengakhiri perseteruan keluarga ini. Wasiat Mandela itu akan dibacakan di yayasan milik mendiang di Johannesburg.

Ketiga kuasa hukum itu adalah George Bizos, yang juga menjadi kuasa hukum Mandela di pengadilan yang kemudian menjatuhkan hukuman penjara 27 tahun baginya.

Lalu Dikgang Moseneke, wakil ketua Mahkamah Konstitusi Afsel yang juga rekan Mandela saat ia dipenjara di Pulau Robben.

Dan wali ketiga adalah Themba Sangoni, hakim utama di provinsi Eastern Cape, kampung halaman Nelson Mandela.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.