Kompas.com - 02/02/2014, 00:05 WIB
EditorErvan Hardoko
DAMASKUS, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem, Minggu (2/2/2014), mengatakan delegasinya menolak tawaran AS untuk berunding langsung kecuali Menlu AS John Kerry meminta maaf atas pernyataannya di dalam konferensi Geneva II.

"Amerika meminta kami berunding langsung dengan mereka di Montreaux. Namun kami menolak sebelum Menlu John Kerry meminta maaf atas pernyataannya dalam konferensi," kata Muallem kepada media pemerintah Suriah di dalam pesawat yang membawanya pulang ke Damaskus.

Pemerintah Suriah dan kelompok oposisi memulai sebuah perundingan damai bertajuk Geneva II pada 22 Januari lalu, dengan partisipasi sejumlah negara, termasuk Rusia dan AS.

Dalam pidato pembukaannya di konferensi itu, Menlu John Kerry menyatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak akan mendapat tempat dalam pemerintahan transisi Suriah kelak.

"Tidak mungkin, orang itu (Assad) yang memimpin respon brutal terhadap rakyatnya sendiri memperoleh legitimasi untuk memerintah," kata Kerry.

Pernyataan itulah yang menyinggung delegasi Suriah, yang bersikukuh tidak akan menyetujui pembentukan pemerintahan transisi tanpa keterlibatan Bashar al-Assad.

Tak hanya menolak berunding dengan AS, Muallem juga mengabaikan kelompok koalisi oposisi.

"Jika mereka tidak segera membuang ilusinya, mereka akan mendapat kejutan hebat, sebab kami adalah negara yang berinstitusi dan memiliki konstitusi. Selain itu kami juga memiliki presiden," ujar Muallem seperti dikutip kantor berita SANA.

Selama pembicaraan 10 hari di Geneva dan Montreaux, Swiss itu, pemerintah Suriah dan oposisi tidak bisa menemukan "jembatan" untuk menyatukan pendapat mereka.

Tak hanya macet dalam isu pemerintahan transisi, pembicaraan itu juga macet dalam hal kesepakatan gencatan senjata dan koridor bantuan kemanusiaan.

Putaran kedua pembicaraan damai ini dijadwalkan pada 10 Februari mendatang dan kelompok oposisi sudah memastikan kehadiran mereka. Sementara Muallem menegaskan delegasi Suriah akan menunggu petunjuk Damaskus soal keikutsertaan mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.