Kompas.com - 01/02/2014, 07:26 WIB
Air India BBCAir India
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NEW DELHI, KOMPAS.com - Otoritas Penerbangan Amerika Serikat (FAA) menurunkan peringkat keselamatan penerbangan India dari Kategori 1 menjadi Kategori 2. Di dalam Kategori 2, India akan satu kelompok dengan Indonesia, Filipina, dan Banglades. Apa arti dari Kategori 2 versi FAA ini?

Penerbangan dari negara yang masuk Kategori 2 menurut FAA tetap dapat melayani penerbangan ke Amerika Serikat tetapi dengan pengawasan tinggi dari FAA. Operator penerbangan dari negara Kategori 2 ini juga tak dapat menambah maupun mengubah rute penerbangan mereka di Amerika. Paparan ini merujuk pada aturan FAA International Aviation Safety Assessment. 

Berkala, FAA membuat ulasan atas kesiapan keselamatan udara dari beragam negara. Untuk India, audit FAA berlangsung pada September dan Desember 2013. Peninjauan itu mendapatkan bahwa ada kekurangan jumlah petugas keselamatan penerbangan untuk pemeriksaan dan minimnya pelatihan petugas untuk menilai kelaikan terbang dari pesawat.

Namun, pada awal pekan ini India telah mengangkat 75 petugas keselamatan penerbangan untuk mencegah penurunan peringkat tersebut berlangsung lama. Mereka juga mengatakan telah mengatasi 29 dari 31 isu yang diangkat dari audit FAA tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf mengatakan Amerika Serikat dan India berkomitmen sesegera mungkin memulihkan India ke Kategori 1 layanan penerbangan. Saat ini tim dari FAA berada di India untuk membahas pemulihan tersebut bisa diwujudkan.

Harf mengatakan keputusan FAA merujuk pada standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB (ICAO) dan tidak ada hubungannya dengan sengketa yang meledak antara Amerika Serikat dan India, terkait pengusiran diplomat India dari Amerika karena kasus penipuan visa dan pembayaran pembantu di bawah standar pengupahan Amerika.

"Ini adalah keputusan peraturan," kata Harf pada konferensi pers reguler. "Saya tidak tahu berapa banyak waktu yang kami sediakan untuk mereka, tapi menurut pemahaman saya bahwa ini semua dibuat di dalam kerangka peraturan yang memiliki kriteria sangat spesifik (bahwa) negara harus memenuhi standar ICAO," papar Harf.

"Ini bukan standar kami. Standar ICAO mengatur semua negara. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan India untuk membantu mereka kembali ke rating Kategori Satu," imbuh Harf.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.