Warga AS Gelar Petisi untuk Mendeportasi Justin Bieber

Kompas.com - 30/01/2014, 18:06 WIB
Justin Bieber AP Photo/Francois MoriJustin Bieber
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Pekerjaan pemerintahan Presiden AS Barack Obama kini bertambah setelah petisi warga yang meminta agar AS mendeportasi penyanyi pop Justin Bieber masuk ke Gedung Putih.

Ternyata warga AS yang gerah dengan perilaku buruk remaja berusia 19 tahun itu cukup banyak. Hingga Rabu (29/1/2014) tengah hari waktu setempat, sudah ada 103.000 tanda tangan yang mendukung agar penyanyi kelahiran Kanada itu dideportasi.

Sesuai undang-undang AS, sebuah petisi harus didukung sedikitnya 100.000 orang agar bisa dipertimbangkan untuk dikabulkan pemerintah sehingga, mau tidak mau, Gedung Putih kini harus mempertimbangkan keinginan warga itu.

"Kami rakyat Amerika Serikat merasa kami diwakili dengan kesalahan di dalam dunia kebudayaan pop," demikian isi petisi yang dipelopori seseorang bernama "JA" asal Detroit pada 23 Januari.

Pada tanggal itulah Bieber ditangkap kepolisian Miami karena mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di bawah pengaruh alkohol.

"Kami menginginkan agar Justin Bieber yang berbahaya, ceroboh, perusak, dan pengguna narkotika dideportasi dan fasilitas kartu hijaunya dicabut," sambung petisi itu.

"Dia (Bieber) tak hanya membahayakan keselamatan warga, tetapi dia juga menjadi pengaruh buruk untuk generasi muda negeri ini. Kami ingin Justin Bieber disingkirkan dari lingkungan kami," masih kata JA dalam petisinya.

Situs resmi Gedung Putih memang menampung petisi berisi berbagai aspirasi rakyat. Beberapa petisi yang cukup menonjol adalah legalisasi ganja dan pengampunan untuk Edward Snowden.

"Semua petisi yang melampaui batas minimal dukungan akan dievaluasi dan akan mendapatkan tanggapan," kata Wakil Juru Bicara Gedung Putih Matt Lehrich.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Jen Psaki mengingatkan, tidak berarti sebuah petisi yang memenuhi syarat akan berbuah sebuah kebijakan atau keputusan pemerintah.

"Ini adalah salah satu cara agar suara rakyat Amerika bisa lebih didengar," kata Psaki.

Sejauh ini tidak ada komentar dari pihak Justin Bieber yang menurut kabar sudah kembali ke Los Angeles setelah menikmati libur akhir pekan di Panama.

Bieber tinggal dan bekerja di AS berdasarkan visa O-1 untuk para pekerja hiburan dan bukan "green card" untuk status penduduk tetap.

Sejauh ini belum diperoleh informasi apakah visa tinggal Justin Bieber di AS akan terpengaruh dengan penangkapannya baru-baru ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X