Ekstremis Suriah Gunakan Hasil Migas untuk Danai Operasi

Kompas.com - 30/01/2014, 09:36 WIB
Beberapa anggota kelompok militan Suriah terkait Al Qaeda APBeberapa anggota kelompok militan Suriah terkait Al Qaeda
EditorEgidius Patnistik
Kelompok militan Suriah terkait Al Qaeda dilaporkan memanfaatkan sebagian sumber minyak dan gas Suriah untuk mendanai kegiatan operasional mereka.

Kantor-kantor berita Barat mengatakan kelompok militan terkait Al Qaeda telah merebut sebagian sumber minyak dan gas Suriah dan menggunakan pendapatannya untuk mendanai kegiatan mereka.

Kantor-kantor berita itu mengatakan Negara Islam Irak dan al-Nusra termasuk diantara kelompok yang melakukan praktek tersebut yang dalam beberapa hal termasuk menjual minyak curian itu balik kepada kepada pemerintah Suriah.

Harian The Telegraph dan New York Times mengutip pejabat Barat yang tidak disebutkan namanya dalam laporan mereka.

Hari Rabu (29/1), New York Times juga mengatakan “tidak ada bukti adanya koordinasi taktik” antara Presiden Bashar al-Assad dengan kelompok-kelompok ekstremis Islam. Tetapi beberapa pejabat Amerika mengklaim pemerintah Suriah mengecualikan lokasi-lokasi kelompok tersebut dari serangan udara.

Daniel Serwer adalah profesor manajemen konflik di Johns Hopkins School of Advanced International Studies.  Dalam wawancara dengan VOA ia mengatakan perkembangan itu jika benar tidaklah mengejutkan.

Serwer mengatakan upaya apapun dari pemerintah Suriah untuk membeli minyak dari ekstremis Islam sebagian mungkin dimotivasi untuk meremehkan oposisi Suriah yang makin moderat.

Serwer pensiunan diplomat Amerika juga adalah pengarang buku "Righting the Balance: How You Can Help Protect America."

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X