Bekerja Melampaui Batas, Pilot Maskapai Aeroflot Protes

Kompas.com - 28/01/2014, 21:54 WIB
Sebuah Airbus A320 milik maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot. ShutterstockSebuah Airbus A320 milik maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com — Serikat pilot Rusia di bandara internasional Sheremetyevo, Moskwa, Selasa (28/1/2014), menuduh maskapai penerbangan milik pemerintah Aeroflot membahayakan nyawa penumpang dengan memaksa karyawannya bekerja melampaui batas demi mengejar keuntungan.

Asosiasi Personel Kokpit Sheremetyevo mengatakan, Aeroflot tetap mempekerjakan para pilot yang kelelahan meski kemungkinan para pilot itu tertidur setiap saat ketika tengah menerbangkan pesawat sangat besar.

"Itu semua karena Aeroflot rakus, sehingga keamanan penumpang sangat diragukan," demikian pernyataan serikat pilot.

Sejauh ini manajemen Aeroflot tidak langsung menanggapi keluhan para pekerjanya itu. Namun, lewat bagian humasnya, lewat surat elektronik ke sejumlah media, mengatakan, keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas utama maskapai itu.

Belakangan, Aeroflot melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan citra mereka dan dalam perjalanannya maskapai ini mendapatkan penghargaan soal pelayanan terbaik di Eropa Timur.

Sebenarnya pangsa pasar Aeroflot menurun hingga 40 persen, jauh dari masa-masa jaya maskapai ini di era Uni Soviet di mana perusahaan ini mengklaim sebagai maskapai penerbangan terbesar di dunia.

Pada 2006, Aeroflot bergabung dengan SkyTeam Alliance yang kemudian mendongkrak kembali perolehan penumpang dan pasar maskapai ini.

SkyTeam bahkan mengklaim armada Aeroflot termasuk yang paling modern, paling muda, dan paling cepat perkembangannya di Eropa.

Citra Aeroflot semakin meningkat tahun ini setelah menjadi maskapai resmi klub sepak bola Liga Primer, Manchester United.

Buruknya jaminan keselamatan penumpang bukan hal baru di Rusia, terutama maskapai-maskapai penerbangan lokal di Rusia.

Kecelakaan udara terburuk di Rusia terjadi pada 17 November 2013 ketika Boeing 737 milik maskapai Tatarstan Airlines jatuh dan meledak saat mendarat di kota Kazan, Rusia Tengah, menewaskan 44 penumpang dan enam orang kru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X