Peluncuran Buku Malala di Universitas Peshawar Dibatalkan

Kompas.com - 28/01/2014, 19:14 WIB
Seorang pegawai sebuah toko buku di Islamabad, Pakistan menunjukkan buku otobiografi Malala Yousafzai, gadis Pakistan yang ditembak Taliban karena memperjuangkan pendidikan perempuan. Buku itu mulai diedarkan ke seluruh dunia pada Selasa (8/10/2013). AAMIR QURESHI / AFPSeorang pegawai sebuah toko buku di Islamabad, Pakistan menunjukkan buku otobiografi Malala Yousafzai, gadis Pakistan yang ditembak Taliban karena memperjuangkan pendidikan perempuan. Buku itu mulai diedarkan ke seluruh dunia pada Selasa (8/10/2013).
EditorErvan Hardoko

PESHAWAR, KOMPAS.com — Universitas Peshawar, Pakistan, Selasa (28/1/2014), terpaksa membatalkan peluncuran buku pegiat pendidikan Malala Yousafzai karena alasan keamanan. Seorang pejabat universitas mengatakan, pemerintah setempat tidak menyediakan pengamanan.

Buku I am Malala menuturkan upaya pembunuhan kelompok militan Taliban atas Malala, yang memperjuangan pendidikan untuk perempuan di kampungnya di kawasan Lembah Swat, Pakistan.

"Kami terpaksa membatalkan acara ini. Kami ditekan para pejabat provinsi dan wakil konselor universitas," kata Direktur Pusat Area Studi, Sarfaraz Khan.

"Saat saya menolak untuk mematuhi perintah ilegal untuk membatalkan acara, polisi menolak memberikan jaminan keamanan," tambah Sarfaraz.

Sarfaraz menambahkan dia mendapatkan sejumlah telepon dari dua menteri provinsi, diikuti para pejabat universitas serta para perwira polisi.

Menteri Informasi Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Shah Farman, membenarkan pemerintah meminta agar acara peluncuran buku Malala itu dibatalkan. "Benar kami minta acara itu dihentikan dan kami memiliki banyak alasan untuk itu," kata Farman.

Farman melanjutkan, lokasi tempat acara itu akan digelar tidak memenuhi syarat dan menuduh penyelenggara menggunakan acara tersebut untuk mendapatkan kucuran dana dari Amerika Serikat.

Namun, Ketua Partai Tehreek-e-Insaaf (PTI) yang menguasai provinsi itu, Imran Khan, mengaku bingung mendengar acara peluncuran buku tersebut dibatalkan.

"Saya sungguh tak mengerti mengapa acara peluncuran buku Malala harus dibatalkan. PTI selalu mendukung kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat," kata Khan lewat akun Twitter-nya.

Sedangkan Khadim Hussain, kepala yayasan Pendidikan Bacha Khan, menilai, pembatalan acara ini hanya untuk menyenangkan kelompok-kelompok militan.

"Mereka menghentikan acara ini untuk menyenangkan Taliban. Kami segera mengumumkan jadwal baru peluncuran buku ini," kata Hussain.

Malala Yosafzai (16) sempat berada dalam keadaan kritis karena ditembak di bagian kepala saat sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah pada tahun 2012. Dia kemudian mendapat pengobatan di Birmingham, Inggris, yang kini menjadi tempat tinggalnya.

Buku memoar Malala disambut di berbagai belahan dunia dan sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, tetapi beberapa sekolah swasta di Pakistan melarangnya dengan alasan anti-Pakistan dan anti-Islam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X