Jerman Minta Maaf atas Pengepungan Leningrad di Perang Dunia II

Kompas.com - 27/01/2014, 23:07 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin meletakkan karangan bunga di pemakaman Piskarevskoye, yang menjadi lokasi peringatan tewasnya satu juta penduduk Leningrad akibat pengepungan yang dilakukan Nazi Jerman pada 1941-1944. Rusia , Senin (27/1/2014), memperingati 70 tahun berakhirnya pengepungan Jerman terhadap kota yang kini bernama St Petersburg itu. MIKHAIL KLIMENTYEV / RIA-NOVOSTI / AFPPresiden Rusia Vladimir Putin meletakkan karangan bunga di pemakaman Piskarevskoye, yang menjadi lokasi peringatan tewasnya satu juta penduduk Leningrad akibat pengepungan yang dilakukan Nazi Jerman pada 1941-1944. Rusia , Senin (27/1/2014), memperingati 70 tahun berakhirnya pengepungan Jerman terhadap kota yang kini bernama St Petersburg itu.
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com — Presiden Jerman Joachim Gauck dalam suratnya untuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (27/1/2014), mengatakan, pemerintahan Jerman menyampaikan "rasa sedih dan malu" atas peristiwa pengepungan kota Leningrad di masa Perang Dunia II.

Pernyataan Gauck ini disampaikan saat Rusia tengah memperingati 70 tahun berakhirnya pengepungan Nazi Jerman terhadap kota yang kini dikenal dengan nama St Petersburg itu.

"Jerman mengakui tanggung jawab historis yang mengakibatkan penderitaan rakyat Leningrad dan atas perlakuan brutal para prajurit, komando, dan anggota SS," kata Gauck dalam suratnya.

"Saya sampaikan kepada Anda dan rakyat Anda bahwa kami juga merasakan kesedihan para keluarga korban dan simpati kami untuk mereka yang selamat, tetapi masih menderita setelah perang usai," tambah Gauck.

Gauck melanjutkan, mengepung sebuah kota untuk membuat warganya kelaparan dan akhirnya menyerah merupakan bagian dari strategi perang Nazi.

"Penderitaan manusia yang sangat luar biasa masih membuat kami terpana hingga saat ini," Gauck menegaskan.

Lebih jauh Gauck menyampaikan, kenangan akan kebrutalan perang di Leningrad membuat generasi masa kini menghargai setiap langkah yang dilakukan untuk memperbaiki hubungan antara Jerman dan Rusia.

Parlemen Jerman mendedikasikan peringatan korban perang Nazi Jerman tahun ini untuk rakyat Leningrad. Peringatan ini dihadiri oleh Presiden Gauck dan Kanselir Angela Merkel.

Dalam peringatan ini, parlemen Jerman mengundang penulis dan veteran perang Rusia, Daniil Granin (95), yang menceritakan pengalamannya di Leningrad.

"Kelaparan melanda kota sebagai akibat perang. Kami harus mengangkut mayat yang bobotnya seringan kayu bakar ke atas gerobak," ujar Granin lewat seorang penerjemah.

"Untuk waktu yang lama saya tak bisa memaafkan orang-orang Jerman," ujar Granin.

Selama 872 hari antara September 1941 hingga Januari 1943, kota Leningrad dikepung pasukan Nazi Jerman. Saat itu dikenang sebagai salah satu masa terkelam dalam sejarah Rusia.

Blokade terhadap kota yang pernah menjadi ibu kota Kekaisaran Rusia itu, menurut para ahli sejarah, menewaskan lebih dari satu juta orang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.