Buaya Ditembak Mati Guna Mencari Anak yang Hilang di Australia

Kompas.com - 27/01/2014, 14:08 WIB
Wisatawan yang berkunjung ke Australia Utara menikmati aksi buaya meloncat di Sungai Adelaide Cruise, Australia Utara, Rabu (10/7/2013). Buaya itu meloncat untuk menyantap daging yang diberikan dari kapal oleh pengelola wisata setempat. KOMPAS/ADI SUCIPTOWisatawan yang berkunjung ke Australia Utara menikmati aksi buaya meloncat di Sungai Adelaide Cruise, Australia Utara, Rabu (10/7/2013). Buaya itu meloncat untuk menyantap daging yang diberikan dari kapal oleh pengelola wisata setempat.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Polisi di Wilayah Utara (Northern Territory) Australia telah menembak mati dua buaya pada Minggu (26/1/2014) guna mencari seorang bocah berusia 12 tahun, yang hilang ketika mandi di sebuah kolam kecil di Taman Nasional Kakadu.

Bocah tersebut diserang oleh buaya air asin ketika dia berenang bersama teman-temannya di kolam Mudginberri, di dekat Jabiru.

Sersan Stephen Constable mengatakan, mereka telah berhasil menemukan dua buaya besar pada Senin dini hari.

"Satu panjangnya 4,3 meter dan satu lagi 4,7 meter," kata Sersan Constable. "Keduanya sudah ditembak dan diambil dari laut. Namun, kami tidak menemukan apa-apa di dalam perut kedua buaya tersebut sehingga kami akan terus melakukan pencarian hari ini," kata Constable lagi.


Seorang bocah lain yang berusia 12 tahun juga digigit di tangannya. Dia berhasil melepaskan diri dari gigitan sang buaya.

Menurut polisi, luka yang dialami bocah tersebut sekarang sedang diteliti guna membantu usaha pencarian.

"Kami akan mendatangkan seorang spesialis soal buaya untuk melihat luka gigitan. Mudah-mudahan ini akan memberikan gambaran seberapa besar buaya yang menggigitnya," kata Constable.

Polisi sudah menggunakan helikopter dan speed boat sejak hari Minggu sore dengan fokus pencarian di wilayah Magela Creek, yang mengalirkan air ke kolam tempat kejadian.

Polisi juga berbicara dengan empat bocah lain yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Jabiru terletak sekitar 200 km timur Darwin.

Tahun lalu, di daerah yang sama, seorang remaja berhasil melepaskan diri dari serangan buaya sepanjang 5 meter.

Setelah insiden tersebut, masyarakat setempat diingatkan untuk tidak berenang di sana. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, tidak terjadi serangan apa pun.

Di Kakadu saat ini sedang musim hujan, musim paling berbahaya untuk berenang di selokan, dan kolam-kolam kecil di kawasan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X