Kompas.com - 26/01/2014, 19:00 WIB
Keadaan darurat di Thailand sudah berlaku sejak 22 Januari lalu. ReutersKeadaan darurat di Thailand sudah berlaku sejak 22 Januari lalu.
EditorEgidius Patnistik
Para pengunjuk rasa di Thailand mengelilingi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) untuk memblokir pemungutan suara awal menjelang pemilihan umum pekan depan, kata para pejabat.

Para demonstran mengibarkan bendera dan merantai pintu TPS, meskipun sebelumnya para pemimpin protes berjanji untuk tidak menghalangi pemungutan suara.

Pemungutan suara awal dilaporkan telah dibatalkan di sejumlah lokasi.

Aktivis antipemerintah ingin PM Yingluck Shinawatra untuk mundur dan sistem politik harus direformasi.

Komisi pemilihan umum negara itu menyerukan pemungutan suara - yang dijadwalkan 2 Februari - untuk ditunda karena kemungkinan gangguan dan tindak kekerasan.

Namun pemerintah sejauh ini bersikeras bahwa pemilu harus dilakukan sesuai jadwal.

Aksi ini terjadi meskipun sebelumnya pemimpin protes Suthep Thaugsuban berjanji bahwa para pendukungnya tidak akan menghalangi pemungutan suara tahap awal - meskipun mereka akan mengadakan unjuk rasa di luar TPS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keadaan darurat sedang berlaku di Thailand seiring upaya pihak berwenang mengatasi kekacauan.

Jumat (17/01) lalu, sebuah granat yang dilemparkan ke arak-arakan pengunjuk rasa menewaskan satu orang dan melukai belasan lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X