Perempuan Berumur 100 Tahun Asal Irak Jadi Warga Tertua Australia

Kompas.com - 26/01/2014, 15:57 WIB
Aziza Rawaini, warga tertua yang menjadi warga negara Australia. ABCAziza Rawaini, warga tertua yang menjadi warga negara Australia.
EditorTri Wahono


Seorang wanita asal Irak berusia 100 tahun menjadi wanita tertua warga negara Australia, bertepatan dengan hari Australia, 26 Januari 2014.

Berbicara di rumahnya di Sydney, Aziza Rawaini, mengatakan, perang, kekerasan, dan pertikaian di Irak membuatnya memutuskan untuk meninggalkan Irak dan pindah ke Australia bersama keluarganya.

"Kami datang ke negeri yang cantik ini dan meninggalkan Irak karena perang," kata Rawaini. "Sanak keluarga saya sudah hidup di luar Irak, jadi mengapa saya harus tinggal di sana," tambah dia.

"Kami berada di negeri yang tidak kami sukai, dan kami tidak merasa menjadi bagian dari kehidupan di sana. Sekarang kami di sini, dan kami hidup nyaman dan senang," ujar dia.

Raiwani lahir pada 1 Juli 1913 di Irak ketika negeri itu masih menjadi bagian dari Kerajaan Ottoman. Dia tiba di Australia pada tahun 2008 dan sekarang bisa menjadi warga negara Australia setelah tinggal minimal empat tahun.

Dia akan bergabung bersama dengan lebih dari 17.800 orang dari 150 negara yang akan diambil sumpah sebagai warga negara Australia dalam 396 perayaan di seluruh negeri.

Upacara pengambilan sumpah sebagai warga negara Australia dilakukan kali pertama pada tahun 1949 di Albert Hall di Canberra. Pada tahun itu, 2.500 orang, kebanyakan dari Italia, Polandia, Yunani, Jerman, dan Yugoslavia, menjadi warga negara Australia.

Lebih dari 4,5 juta orang sejak itu sudah menjadi warga negara Australia. Sekarang ini negara paling banyak yang menyumbang warga adalah Inggris dengan 3.516 orang, disusul India 2.823 orang, Filipina 1.350 orang, dan Afrika Selatan 1.243 orang.

Rawaini adalah satu dari 161 warga Irak yang menjadi warga negara Australia. "Hari ini dan besok, ini adalah negara saya. Saya hidup di sini dan mati di sini," katanya. "Saya mencoba melupakan masa lalu, dan saya sekarang tinggal dan senang di sini. Ini adalah negara saya," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X