Bea Cukai Jerman Sita Camilan Daging Paus

Kompas.com - 24/01/2014, 19:43 WIB
Seperti inilah bentuk daging paus yang biasa dijual di restoran-restoran Jepang. Di Jerman dan sebagian besar negara anggota Uni Eropa, menjual daging paus adalah perbuatan melanggar hukum. Reuters/The GuardianSeperti inilah bentuk daging paus yang biasa dijual di restoran-restoran Jepang. Di Jerman dan sebagian besar negara anggota Uni Eropa, menjual daging paus adalah perbuatan melanggar hukum.
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com — Bea Cukai Jerman, Jumat (24/1/2014), menyita makanan ringan dari daging paus yang dijual stan Norwegia dalam sebuah pameran dagang bertema tren makanan, pertanian, dan pertamanan.

Pengelola stan, Arne Andreas Rod, mengatakan, dia terkejut setelah mengetahui menjual daging paus adalah tindakan ilegal di Jerman. Arne mengklaim timnya berhasil membawa daging paus itu melewati bea cukai tanpa masalah.

"Kami hanya ingin menampilkan makanan khas Norwegia," kata Arne kepada harian Berliner Zeitung.

Masalahnya, menjual daging paus adalah perbuatan melanggar hukum di Jerman dan sebagian besar negara anggota Uni Eropa.


"Norwegia melanggar hukum dalam beberapa hal. Mengimpor dan menjual daging paus adalah ilegal," kata Astrid Fuchs dari Komunitas Konservasi Paus dan Lumba-lumba Jerman.

Kasus ini sudah ditangani kejaksaan Berlin. Sesuai undang-undang di Jerman, semua yang terlibat di penjualan daging paus itu terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Makanan ringan yang diyakini dibuat dari daging paus minke itu dijual dalam pekan raya tahunan Pekan Hijau di Berlin. Makanan ini dijual 2 euro atau sekitar Rp 33.000 per piring.

Aparat Bea Cukai Jerman menyita sebanyak tiga kilogram daging paus. Sementara, sebanyak empat kilogram daging sudah terjual.

Perburuan paus dilarang untuk tujuan komersial oleh Komisi Perburuan Paus Internasional pada 1986. Islandia dan Norwegia mengajukan keberatan atas larangan ini pada 1990-an.

Saat ini, Norwegia menetapkan sendiri kuota perburuan pausnya setiap tahun. Pada 2013, kuota perburuan paus ditetapkan sebanyak 1.286 ekor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X