Kompas.com - 24/01/2014, 18:57 WIB
PM Thailand, Yingluck Shinwatra. PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFPPM Thailand, Yingluck Shinwatra.
EditorErvan Hardoko
BANGKOK, KOMPAS.com - Situasi politik di Thailand semakin tak menentu setelah pengadilan pada Jumat (24/1/2014), mengembalikan lagi keputusan untuk menggelar atau menunda pemilu kepada pemerintah dan komisi pemilihan umum.

Mahkamah Konstitusi Thailand menyatakan pemilihan umum yang akan digelar pada 2 Februari, sebaiknya ditunda. Namun, MK menyerahkan keputusan akhirnya ke tangan PM Yingluch Shinawatra dan komisi pemilihan umum.

Sementara itu, pemerintah Thailand sebelumnya sudah menolak seruan komisi pemilihan umum untuk menunda pemungutan suara. Alasannya, sesuai undang-undang pemilu digelar 60 hari setelah pembubaran parlemen, yang dalam kasus ini sudah dibubarkan pada Desember lalu.

Kelompok oposisi utama sudah sejak lama memutuskan akan memboikot pemilu jika jadi digelar pada Februari. Mereka menuntut perlunya reformasi sistem pemilu untuk menanggulangi korupsi dan jual beli suara sebelum pemilu digelar dalam waktu satu tahun atau 18 bulan ke depan.

Jika pemilu tetap digelar, pemimpin oposisi Suther Tahugsauban mengancam akan menutup semua akses menuju ke TPS agar pemilihan umum tidak bisa terlaksana.

Sebenarnya, sebagian besar rakyat Thailand siap untuk memberikan suara jika pemilu digelar. Setidaknya itulah hasil jajak pendapat yang digelar Universitas Bangkok yang hasilnya dirilis pada Jumat.

Dari 1.000 orang responden yang dilibatkan dalam jajak pendapat itu, 80 persen di antara mereka berencana memberikan suara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, di sejumlah daerah pemilihan di wilayah selatan Thailand tidak memiliki kandidat untuk maju dalam pemilu, setelah para pengunjuk rasa menutup akses pendaftaran kandidat.

Sehingga jika partai Yingluck memenangkan pemilu, maka tidak akan ada cukup anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.