Bill Gates: Tahun 2035 Hampir Tak Ada Lagi Negara Miskin

Kompas.com - 23/01/2014, 08:31 WIB
Pendiri Microsoft, Bill Gates ReutersPendiri Microsoft, Bill Gates
EditorEgidius Patnistik
Pendiri Microsoft Bill Gates menyatakan, sekitar 20 tahun mendatang, tepatnya pada tahun 2035, hampir tidak ada lagi negara miskin di dunia.

Dalam surat tahunannya yang keenam, yang diterbitkan oleh Bill and Melinda Gates Foundation, Gates mengatakan, sudah terlihat tanda-tanda kemajuan yang jelas.

Ia menulis dalam surat itu, kini dunia lebih baik dari sebelumnya. Orang hidup lebih lama dan lebih sehat. Banyak negara penerima bantuan kini bisa berdiri sendiri.

Negara-negara yang dulunya dianggap miskin, seperti China, India, Brasil, dan bahkan Botswana, kini mempunyai ekonomi yang berkembang, katanya.

Di Afrika secara luas, harapan hidup telah meningkat sejak 1960-an kendati HIV mewabah.

Semakin banyak anak pergi ke sekolah dan semakin sedikit orang yang kelaparan, dan di mana kondisi kesehatan membaik, angka kelahiran menurun, demikian dikemukakan dalam surat itu.

Meskipun China dan India dipandang sebagai yang paling menonjol dalam pertumbuhan saat ini, tetapi filantropis itu menyatakan, sekitar 70 persen negara akan mempunyai pendapatan per orang lebih tinggi pada tahun 2035 daripada China sekarang ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sembilan dari 10 negara akan mempunyai tingkat pendapatan rata-rata di atas tingkat di India sekarang.

Tetapi, Bill dan Melinda Gates berpendapat, ada tiga mitos yang menghambat kemajuan, yaitu bahwa negara-negara miskin akan tetap miskin, bahwa bantuan luar negeri sia-sia, dan bahwa menyelamatkan orang akan menyebabkan meluapnya populasi.

Ketiga mitos ini merongrong upaya pengentasan kemiskinan, menyelamatkan nyawa, dan memperbaiki kondisi, kata Gates.

Menurut Gates, dengan menggunakan definisi miskin sekarang ini, sebelum 2035 hampir tidak ada lagi negara miskin di dunia.

Namun, kata Gates, kemiskinan akan tetap ada. Korea Utara adalah salah satu negara yang terhambat oleh perang dan politik.

Dikatakan, ketidakmerataan akan tetap ada di setiap kawasan. Meski persentase orang sangat miskin sudah berkurang lebih dari separuh sejak 1990, tetapi 1 miliar orang masih hidup dalam kemiskinan yang ekstrem.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.