Pemuda China Rawat Ayah yang Lumpuh di Asrama Kampus

Kompas.com - 22/01/2014, 16:30 WIB
Guo Shijun sedang memasak makanan untuk ayahnya yang lumpuh. Pemuda ini rela membawa ayahnya yang lumpuh ke asrama kampusnya agar dia bisa terus kuliah sambil merawat sang ayah. Daily MailGuo Shijun sedang memasak makanan untuk ayahnya yang lumpuh. Pemuda ini rela membawa ayahnya yang lumpuh ke asrama kampusnya agar dia bisa terus kuliah sambil merawat sang ayah.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com — Apa yang dilakukan Guo Shijun, pemuda asal provinsi Anhui, China, ini adalah sebuah bukti kasih sayang seorang anak kepada orangtuanya sekaligus contoh seseorang yang tak menyerah mengejar cita-cita.

Guo Shijun bersikukuh hendak merawat ayahnya yang lumpuh dan ibunya yang sakit. Namun, dia juga tak ingin melepaskan kesempatan belajar di salah satu universitas ternama di China.

Kakek dan nenek Shijun bersedia merawat sang ibu. Namun, mereka tidak mampu jika harus merawat sang ayah. Untuk menyelesaikan masalah ini, Shijun menghadap manajemen universitas meminta izin agar ayahnya bisa tinggal di asrama bersama dirinya.

Melihat keteguhan Shijun yang masih mampu lolos seleksi perguruan tinggi meski menghadapi banyak masalah, pihak universitas mengabulkan permintaan pemuda berusia 20 tahun itu.

Shijun memang berasal dari keluarga miskin dan sejak kecil menjalani kehidupan yang keras. Ibunya menderita penyakit mental menyusul meningitis yang dideritanya semasa muda.

Selama beberapa tahun, Shijun dan ayahnya merawat sang ibu. Meski hidup susah, ternyata Shijun masih mampu berprestasi di sekolahnya.

Namun, hidup Shijun semakin sulit ketika sang ayah mengalami kecelakaan, terjatuh dari jembatan setinggi 15 meter, tempatnya bekerja. Akibat kecelakaan itu, sang ayah lumpuh.

Sebelum mendapat izin membawa ayahnya ke asrama, Shijun menyewa sebuah kamar di dekat asrama universitas sehingga di sela-sela kegiatan akademisnya, Shijun masih bisa menengok kondisi ayahnya.

Untuk membiayai studinya, Shijun terpaksa meminjam uang kepada teman dan saudaranya sebesar Rp 40 juta setahun. Uang sebesar itu hanya untuk membayar kuliah saja, di luar kebutuhan sehari-hari.

Beruntung, di tengah keterbatasan itu, Shijun berhasil mencatat prestasi dan mendapatkan beasiswa yang sangat meringankan bebannya dalam menyelesaikan studi.

"Saya tak bisa mengatakan hidup itu mudah. Namun, satu-satunya jalan untuk keluar dari masalah adalah dengan bekerja keras. Jadi, saya tak pernah mengeluh," kata Shijun.

"Saya kira setelah saya lulus kuliah, semuanya akan jauh lebih baik," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X