PM Thailand Akan Diperiksa Terkait Subsidi Beras - Kompas.com

PM Thailand Akan Diperiksa Terkait Subsidi Beras

Kompas.com - 17/01/2014, 10:20 WIB
BBC Partai pimpinan Yingluck Shinawatra menawarkan pembelian harga beras di atas harga pasar
Komisi Pemberatasan Korupsi Thailand mengatakan akan menyelidiki Perdana Menteri Yingluck Shinawatra terkait skema subsidi beras yang kontroversial.

Komisi Pemberantasan Korupsi menjelaskan penyelidikan akan dipusatkan pada kemungkinan kelalaian yang dilakukan oleh perdana menteri terkait dengan skema subsidi bagi para petani.

Komisi juga akan menelusuri kemungkinan Yingluck melanggar hukum.

Skema subsidi beras ini memberikan jaminan kepada petani beras untuk menjual beras di atas harga pasar dunia, tetapi program tersebut dikecam keras karena rentan korupsi.

Dengan adanya skema tersebut, Thailand mempunyai pasokan beras yang berlebih karena pemerintah tidak mampu menjual seluruhnya dan pemerintah menunggak pembayaran kepada petani.

Wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head, melaporkan skema ini merugikan pemerintah sekitar 0 miliar dollar AS per tahun.

Beras hasil panen terbaru belum dibayar oleh pemerintah, jelas Head, karena obligasi yang diterbitkan tahun lalu gagal menarik dana dalam jumlah yang cukup.

"Hal ini dapat menyebabkan pemerintah kehilangan salah satu basis pendukungnya," kata Jonathan Head.

Para petani sekarang turut menggelar demonstrasi di Bangkok.

Saat ini pemerintah sedang menghadapi tekanan berat akibat unjuk rasa terus menerus guna menuntut pengunduran diri Yingluck.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung 'Nge-gas'!

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung "Nge-gas"!

Edukasi
Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Internasional
Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Megapolitan
Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Regional
5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

Megapolitan
Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Nasional
Kuliah di Belanda Jangan Gampang 'Baper', Tahu Sebabnya?

Kuliah di Belanda Jangan Gampang "Baper", Tahu Sebabnya?

Edukasi
Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Regional
5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

Regional
Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

Internasional
Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Nasional
Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

Nasional
Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

Regional
Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 yang Segera Berakhir...

Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 yang Segera Berakhir...

Megapolitan
Bersemangat Lawan Hoaks, Warga Kulon Progo Bakar Ogoh-ogoh 'Butho'

Bersemangat Lawan Hoaks, Warga Kulon Progo Bakar Ogoh-ogoh "Butho"

Regional

Close Ads X