Kompas.com - 16/01/2014, 20:09 WIB
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Korps Marinir AS menggelar investigasi terkait beredarnya foto di sejumlah media yang menampilkan pasukan AS yang tengah membakar mayat di kota Fallujah, Irak.

Dalam tahap pertama penyelidikan itu akan memastikan apakah kedelapan foto mengerikan yang dimuat situs gosip TMZ, adalah foto-foto asli. Situs TMZ selama dikenal dengan berita-berita seputar selebriti.

"Saat ini kami akan memastikan keaslian foto-foto itu dan kondisi seperti apa yang ditampilkan dalam foto itu. Jika memungkinan, kami akan melakukan identifikasi prajurit yang terlibat," kata Kapten Tyler Balzer.

Sementara itu, situs TMZ mengatakan memiliki 41 foto yang konon diambil di Fallujah, lokasi pertempuran sengit antara marinir AS dan pemberontak Irak sekitar 10 tahun lalu.

Dalam foto itu ditampilkan seorang prajurit marinir AS menyiramkan cairan yang kemungkinan besar adalah bensin ke dua jenazah. Lalu foto lain memperlihatkan kondisi jenazah yang terbakar.

Lalu dalam foto lainnya seorang prajurit marinir tersenyum ke arah kamera sambil berlutut di samping jenazah yang terbakar itu. Sementara prajurit lain menggeledah kantung pakaian jenazah tersebut.

TMZ menambahkan, sudah menyerahkan foto-foto itu ke Departemen Pertahanan AS.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan foto-foto itu tidak memperlihatkan sebuah kejahatan perang. Namun, para prajurit yang ada dalam foto itu kemungkinan besar telah melanggar aturan militer yang melarang perusakan mayat atau mengambil foto di medan perang.

"Berdasarkan diskusi awal dengan tim hukum kami, tak ada pelanggaran hukum perang yang terlihat dalam foto ini," kata Kolonel Steven Warren.

Dalam sejumlah kasus, lanjut Warren, membakar mayat diizinkan di bawah aturan militer demi alasan "kesehatan dan kebersihan".

"Jika penyelidikan militer memutuskan telah terjadi perbuatan yang melanggar aturan, maka para prajurit yang terlibat dalam insiden itu bisa dituntut berdasarkan undang-undang militer militer meski kejadian itu berlangsung beberapa tahun lalu," ujar Warren.

Jika para prajurit itu sudah meninggalkan militer, maka mereka akan dipanggil kembali untuk menghadapi dakwaan.  "Namun itu sangat jarang terjadi," Warren menegaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.