Rwanda Berangkatkan Tentara ke Republik Afrika Tengah

Kompas.com - 16/01/2014, 15:57 WIB
Akibat pertempuran yang tak kunjung berhenti, gelombang pengungsi terus membanjiri kota Bouca, Republik Afrika Tengah. Juan Carlos Tomasi/MSF Akibat pertempuran yang tak kunjung berhenti, gelombang pengungsi terus membanjiri kota Bouca, Republik Afrika Tengah.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Rwanda memberangkatkan total 850 personel tentaranya dalam beberapa tahap ke Republik Afrika Tengah (CAR). Menurut warta AP  pada Kamis (16/1/2014), pasukan itu menggunakan pesawat angkut militer AS. "Pasukan Rwanda tergabung dalam misi Uni Afrika (UA),"kata Kepala Staf Angkatan Darat (AD) Rwanda Patrick Nyamvumba.


Menurutnya, pemberangkatan pasukan tersebut menjadi jawaban setelah sehari sebelumnya UA meminta tambahan pasukan untuk mengatasi krisis di CAR.

Misi UA tergabung dalam MISCA saat ini berkekuatan 4.400 anggota militer. Jumlah itu akan bertambah hingga 6.000 orang.

Misi bertugas meredam konflik horizontal pasca-lengsernya Presiden Michel Djotodia di negara berpenduduk mayoritas Kristen tersebut.

Para pengikut Djotodia kemudian membentuk milisi bernama Seleka. Kelompok ini kemudian melakukan aksi kekerasan di CAR.

Djotodia turun dari jabatannya seminggu silam lantaran tekanan internasional. Saat ini UA bertugas menjaga stabilitas di CAR untuk pemilihan presiden sementara.

Kini, pasukan UA berasal dari Burundi, Kamerun, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Chad, dan Guinea Equator. Di samping itu, ada 1.600 tentara Perancis yang juga menjaga perdamaian di CAR.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X