Kompas.com - 13/01/2014, 23:03 WIB
EditorErvan Hardoko
VATICAN CITY, KOMPAS.com — Paus Fransiskus, Senin (13/1/2014), mengecam keras aksi aborsi dengan menyebutnya sebagai sebuah gejala "budaya membuang" yang tidak menghargai nilai-nilai kehidupan.

Paus Fransiskus "menyelipkan" kecamannya itu di dalam pidatonya di hadapan korps diplomatik Vatikan. Dalam pidatonya itu, Paus juga mengecam kekerasan di Suriah dan sejumlah isu lain di dunia.

"Kita tidak bisa mengabaikan mereka yang menderita kelaparan, terutama anak-anak, saat kita memikirkan seberapa banyak makanan yang dibuang setiap hari di dunia yang tenggelam dalam apa yang saya sebut sebagai 'budaya membuang'," kata Paus.

"Sayangnya, yang dibuang di dunia ini tak hanya makanan dan benda tak berguna. Sering kali yang dibuang adalah manusia yang dianggap 'tak diinginkan'. Sebagai contoh, betapa mengerikan membayangkan ada anak-anak, korban aborsi, yang tak pernah melihat cahaya matahari," tambah Paus.

Dibanding pendahulunya, Benediktus XVI, Paus Fransiskus terbilang sangat sedikit mengomentari soal aborsi. Bahkan, pada masa-masa awal kepemimpinanya di Vatikan, Paus Fransiskus justru menuai kritik umat Katolik konservatif karena menyerukan "pemberian maaf" untuk kelompok homoseksual, mereka yang bercerai, dan perempuan yang melakukan aborsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.