Kompas.com - 13/01/2014, 13:54 WIB
EditorEgidius Patnistik
VATICAN CITY, KOMPAS,COM — Paus Fransiskus membaptis 32 bayi di Kapel Sistina, Minggu (12/1/2014). Dia mengatakan kepada para ibu bayi-bayi itu, termasuk seorang yang menikah di kantor catatan sipil dan bukan di gereja, untuk tidak ragu-ragu menyusui bayi mereka di situ.

Tidak seperti umumnya para pendahulunya, yang menyampaikan homili panjang dan sarat muatan teologi dalam acara pembaptisan tahunan, Paus Fransiskus menyampaikan homili singkat yang berpusat pada anak-anak. "Hari ini paduan suara akan bernyanyi, tetapi paduan suara yang paling indah adalah paduan suara para bayi yang berisik. Beberapa bayi akan menangis karena mereka merasa tidak nyaman atau karena mereka lapar," katanya dengan akrab dan nada santai kepara para orangtua itu.

Di Kapel Sistina itu terdapat lukisan dinding Michelangelo yang termasuk karya paling terkenal di dunia seni. Lukisan di langit-langit menggambarkan penciptaan manusia dan di dinding altar menunjukkan kuasa Allah pada Pengadilan Terakhir. Namun, Paus mengatakan kepada para ibu itu untuk tidak merasa terintimidasi dengan lingkungan di sekitarnya.

"Ibu-ibu, jika mereka lapar, beri mereka makan, tak usah berpikir dua kali. Karena mereka merupakan orang-orang yang paling penting di sini," kata Paus saat berbicara di ruangan yang sama di mana dia terpilih sebagai paus non-Eropa pertama setelah 1.300 tahun pada 13 Maret lalu.

Fransiskus mengatakan dalam sebuah wawancara pada bulan lalu bahwa para ibu tidak harus merasa tidak nyaman saat menyusui bayi mereka selama upacara misanya.

Dalam pembaptisan itu, ada hal lain yang tampaknya baru pertama kali terjadi di Vatikan. Orangtua salah seorang bayi, yang bernama Giulia Scardia yang berusia 7 bulan, tidak menikah di gereja, tetapi hanya pada pegawai catatan sipil di balaikota. Itu berarti pernikahan mereka secara teknis tidak diakui Gereja Katolik. Namun, Paus telah mengatakan beberapa kali sejak dia terpilih bahwa Gereja tidak harus membuat anak-anak dari pasangan dengan situasi yang tidak biasa merasa seperti warga agama kelas dua. Paus telah setuju untuk membaptis Giulia Scardia dalam Gereja Katolik.

"Kami memutuskan untuk menikah dengan sangat cepat," kata ibu Giulia, Nicoletta, kepada harian Corriere della Sera. "Kami terburu-buru dan tidak punya waktu untuk mengurus upacara gereja. Mungkin kami akan melakukan pernikahan gereja pada suatu waktu."

Misa hari Minggu merupakan contoh terbaru gaya yang lebih membumi yang diperkenalkan Fransiskus di Vatikan. Dia telah meninggalkan apartemen kepausan yang luas di Istana Apostolik yang biasa digunakan para pendahulunya. Dia memilih tinggal di sebuah apartemen kecil di Wisma Vatikan. Fransiskus menggunakan istana besar itu hanya untuk menerima para kepala negara dan untuk memberi pesan kepada umat lewat salah satu jendela yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus.

Dia juga tidak menggunakan limusin kepausan dan bepergian di sekitar Roma dengan sebuah mobil Ford Focus. Ia kadang-kadang duduk di kursi depan di samping pengemudi.

Pembaptisan merupakan salah satu sakramen dalam Gereja Katolik di mana bayi atau orang yang masuk Katolik diinisiasi ke dalam iman Kristen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.