Kompas.com - 13/01/2014, 11:06 WIB
EditorEgidius Patnistik

"Ini akan sangat rapuh," kata Pavin Chachavalpongpun, mantan diplomat Thailand dan profesor di Pusat Studi Asia Tenggara di Universitas Kyoto Jepang. Dia mengatakan, ada risiko "kekerasan politik". Para pengunjuk rasa telah berada di bawah tekanan untuk mencapai tujuan mereka untuk menyingkirkan pemerintah sebelum pemilihan umum, yang kemungkinan akan mengembalikan Yingluck dan partainya ke kursi kekuasaan. "Di satu sisi tidak ada jalan kembali bagi para pengunjuk rasa, mereka telah maju terlalu jauh," tambahnya.

Krisis politik saat ini merupakan babak terbaru dalam saga ketidakstabilan politik dan kerusuhan berkala yang melanda Thailand sejak kakak Yingluck, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, digulingkan para jenderal royalis tujuh tahun lalu. Miliarder yang berubah haluan menjadi politisi itu, yang saat ini tinggal di luar negeri guna menghindari hukuman penjara karena kasus korupsi, punya dukungan elektoral yang besar terutama di Thailand utara, di mana ia dipuja karena kebijakan pro orang miskin.

Namun dia dicerca kalangan elite Thailand dan oleh banyak kalangan kelas menengah Bangkok dan Thailand selatan, yang melihat dia sebagai sosok otoriter. Mereka juga menuduh dia telah membeli suara dalam pemilu.

Para pengunjuk rasa menginginkan "Dewan Rakyat" yang ditunjuk untuk menjalankan negara dan mengawasi reformasi pemilu. Dewan itu diberi mandat satu tahun hingga 18 bulan untuk memerintah. Setelah itu barulah pemilu digelar.

Kebuntuan terbaru ini menghidupkan kembali kekhawatiran akan adanya penggulingan pemerintahan oleh militer. Thailand sudah mengalami 18 kali kudeta atau percobaan kudeta sejak 1932.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.