Kompas.com - 10/01/2014, 18:50 WIB
Warga India melakukan unjuk rasa terkait pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi di New Delhi pada 2012 lalu. AFPWarga India melakukan unjuk rasa terkait pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswi di New Delhi pada 2012 lalu.
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com — Demi mengurangi jumlah kasus pemerkosaan di India, Pemerintah India membentuk pasukan komando perempuan untuk melindungi kaum hawa dari ancaman pemerkosaan di ibu kota New Delhi.

Pemerintah akan merekrut pelatih bela diri dan mantan personel militer untuk melatih para perempuan ini agar siap saat diterjunkan di jalanan saat malam hari.

Para perempuan yang direkrut untuk pasukan ini nantinya akan dilatih seni bela diri taekwondo, lalu akan disebar di berbagai lokasi di sepanjang ibu kota, tempat yang dianggap rawan bagi perempuan.

"Kami sedang membentuk sebuah pasukan komando perempuan. Menariknya, dibanding pria, perempuan justru dengan sukarela mengajukan diri untuk dilatih. Ini merupakan pertanda positif," kata Rakhi Birla, Menteri Kesejahteraan Anak-anak dan Perempuan New Delhi, seperti dikutip The Daily Telegraph.

Namun, rencana ini memunculkan pertanyaan bagi para aktivis hak-hak perempuan. Mereka menilai pasukan khusus perempuan ini tidak mendapatkan dukungan dari kepolisian New Delhi.

Pengamat masalah-masalah sosial Ranjana Kumari mengatakan, jauh lebih baik jika pemerintah merekrut lebih banyak personel polisi wanita dan memperkuat kepolisian.

Selain merekrut calon anggota pasukan khusus, pemerintah juga akan mempekerjakan 5.000 pengemudi becak perempuan untuk membuat para warga perempuan merasa lebih nyaman saat bepergian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagai kasus pemerkosaan mengguncangkan India selama lebih kurang setahun terakhir. Meski pemerintah sudah memberlakukan hukuman yang lebih keras untuk para pemerkosa, tetapi aksi ini tak kunjung reda.

Awal pekan ini, seorang perempuan Polandia berusia 33 tahun dibius dan diperkosa saat dia tengah menggunakan sebuah taksi bersama anak balitanya yang berusia dua tahun di New Delhi.

Saat terbangun, perempuan Polandia itu berada di sebuah kursi di luar sebuah stasiun kereta api di New Delhi, sementara anak balitanya menangis di samping tubuhnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.