Kompas.com - 09/01/2014, 07:01 WIB
Sebuah foto udara memperlihatkan asap hitam mengepul dari lokasi meledaknya rangkaian kereta api pembawa BBM di kota kecil Lac-Megantic, Quebec, Kanada, pada Juli 2013. Surete du Quebec / AFPSebuah foto udara memperlihatkan asap hitam mengepul dari lokasi meledaknya rangkaian kereta api pembawa BBM di kota kecil Lac-Megantic, Quebec, Kanada, pada Juli 2013.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

PLASTER ROCK, KOMPAS.com — Lagi, sebuah kereta barang bermuatan minyak mentah dan propana tergelincir lalu terbakar di Kanada, Selasa (7/1/2014) malam. Sekitar 150 warga mengungsi. Kecelakaan serupa terjadi beberapa bulan lalu dengan banyak korban jiwa dan kerugian besar.

Pejabat setempat, Rabu (8/1/2014), mengatakan bahwa 17 gerbong kereta anjlok dalam insiden tersebut. Lima gerbong di antaranya memuat minyak mentah dan empat gerbong lain mengangkut bahan bakar gas cair.

Pada Rabu, pejabat dari otoritas perkeretaapian Kanada mengatakan, dua gerbong terbakar, masing-masing mengangkut gas cair dan minyak mentah. Namun, insiden ini terjadi di kawasan yang jarang penduduk, sekitar 32 kilometer dari perbatasan dengan Amerika Serikat.

Meski tak ada korban jiwa, insiden tersebut mengungkit kembali kekhawatiran atas risiko penggunaan kereta api untuk distribusi minyak di wilayah Amerika Utara. Pada Juli 2013, 47 orang tewas di Lac-Megantic, Quebec, Kanada, setelah kereta pengangkut minyak terguling dan terbakar habis di lintasan yang berada tepat di tengah kota itu. Pada 30 Desember 2013, insiden serupa terjadi pula di North Dakota.

Juru Bicara National Railway Kanada, Mark Hallman, mengatakan bahwa dua gerbong bermuatan minyak mentah berangkat dari Northern Alberta, sementara tiga gerbong lain berasal dari Manitoba. Kelima gerbong itu seharusnya dikirim ke kilang Irving Oil di Saint John, New Brunswick.

Kereta api telah menjadi urat nadi distribusi bahan bakar minyak di kawasan Amerika Utara. Pada 2011, sekitar 68.000 gerbong kereta bermuatan minyak mentah dan bahan bakar lain melintasi jalur rel Kanada. Angkanya melonjak menjadi 113.000 gerbong pada 2012. Data terbaru, untuk periode Januari sampai September 2013, gerbong bermuatan bahan bakar tersebut sudah naik menjadi 118.000 unit.

Pada November 2013, pemerintah federal meminta operator kereta untuk menyampaikan pengumuman ke kota-kota yang akan dilintasi kereta bermuatan bahan berbahaya. Pemerintah provinsi dan federal di Kanada juga menuntut hal tersebut sebagai bagian dari transparansi perusahaan operator kereta.



Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X