Kompas.com - 08/01/2014, 20:34 WIB
EditorErvan Hardoko
PYONGYANG, KOMPAS.com — Mantan bintang basket NBA Dennis Rodman menyanyikan "Happy Birthday" untuk pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebelum memimpin tim "pensiunan" NBA bertanding di Pyongyang, Rabu (8/1/2014), dalam apa yang disebutnya sebagai diplomasi bola basket ini.

Rodman mendedikasikan pertandingan basket ini untuk "teman baiknya", Kim Jong Un, yang menyaksikan aksi para bintang lawas NBA itu bersama istri dan para pejabat senior Korea Utara dari sebuah tempat khusus.

Sebanyak 14.000 orang yang memadati stadion tertutup Pyongyang memberikan tepuk tangan meriah setelah Rodman mengakhiri nyanyiannya.

Rodman mengatakan, dia merasa sangat tersanjung bisa tampil beraksi di ibu kota Korea Utara itu. Dan untuk menjaga pertandingan tetap dalam kerangka persahabatan, di babak pertama bintang NBA melawan tim Korea Utara. Namun, di babak kedua, para mantan bintang NBA itu bergabung dengan para pemain basket Korea Utara.

Para pebasket yang ikut bersama Rodman ke Pyongyang rata-rata berusia 40-an. Mereka mengatakan bersedia datang karena yakin lewat pertandingan basket terbuka kesempatan untuk menciptakan hubungan dengan warga negeri yang tertutup itu.

"Ini merupakan ujian kepercayaan. Karena kami melangkah ke tempat yang kami tak ketahui," kata mantan pemain New York Knicks, Charles D Smith.

Smith yang ditunjuk sebagai juru bicara tim menambahkan, dia sangat bahagia melihat warga Korea Utara menikmati pertandingan yang mereka sajikan. Namun, Smith mengatakan perasaannya campur aduk terkait gelaran yang berlangsung selama dua jam itu.

"Secara emosional, saya tak tahu harus merasa seperti apa. Saya merasa tak terlalu gembira," ujar Smith.

Lebih jauh Smith mengatakan, dia dan para pemain lainnya tidak ikut menyanyikan lagu "Happy Birthday" bersama Rodman.

"Kami selalu mengatakan kepada Dennis, dia tak bisa menyanyi. Suaranya jelek. Dia menyanyi sendiri," ujar Smith.

Dennis Rodman adalah tokoh AS paling terkenal yang pernah berjumpa Kim Jong Un. Dia selalu menegaskan tidak akan mencampuri urusan politik Korea Selatan karena tujuan kedatangannya adalah membangun hubungan budaya antara AS dan Korut lewat bola basket.

Meski demikian, tak urung kunjungan mantan bintang Chicago Bulls itu ke Korea Utara mengundang kritik dari anggota kongres, NBA, dan aktivis HAM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.