Kompas.com - 07/01/2014, 11:31 WIB
Kim Kyong-hui, depan tengah, adalah saudari dari Kim Jong-il yang merupakan ayah Kim Jong-un APKim Kyong-hui, depan tengah, adalah saudari dari Kim Jong-il yang merupakan ayah Kim Jong-un
EditorEgidius Patnistik
PYONGYANG, KOMPAS.COM — Bibi dari diktator Korea Utara, Kim Jong Un, meninggal dalam keadaan misterius. Demikian dilaporkan pada Senin (6/1/2014).

Berdasarkan laporan media Korea Utara, Kim Kyong Hui (67 tahun), yang suaminya, Jang Song-Thaek, dihukum mati atas perintah Jong Un kurang dari sebulan lalu, dikatakan telah menderita serangan jantung atau bunuh diri. Sebelumnya, sudah ada spekulasi tentang kesehatan dan keberadaannya sejak kematian suaminya (yang juga berusia 67 tahun) pada 8 Desember lalu, yang digambarkan sebagai "sampah" oleh keponakannya yang berusia 30 tahun.

Kim, yang dikatakan telah mendapat perawatan untuk penyakit jantung, dilaporkan mengalami serangan jantung segera setelah suaminya dieksekusi dalam apa yang diyakini sebagai upaya Kim Jong Un untuk memperketat cengkeramannya pada Korea Utara.

Harian Korea Selatan, Chosunilbo, melaporkan bahwa badan intelijen Korea Utara yakin Kim sudah meninggal, tetapi tidak memastikan bagaimana atau di mana dia meninggal. Salah satu teori adalah bahwa perempuan itu meninggal di luar negeri selagi mencari perawatan medis. Dia diketahui telah mengunjungi spesialis jantung di Singapura dan Moskwa.

Kim Kyong Hui, yang merupakan adik kandung ayah Kim Jong Un, yaitu mantan pemimpin Kim Jong Il, pernah menjadi tokoh kunci dalam rezim totaliter Korea Utara. Sang bibi belum terlihat di depan umum sejak 10 September, ketika dia terlihat di sebuah konser bersama keponakannya dan istrinya keponakannya itu.

Walau suaminya telah dieksekusi, nyawa Kim diyakini aman, terutama ketika dia dipilih untuk bergabung dengan pejabat lainnya saat merencanakan pemakaman seorang pejabat senior Partai Pekerja yang meninggal bulan lalu.

Dia dikatakan telah menderita alkoholisme dan depresi sejak kematian anak satu-satunya, putri Jang Kum Song, yang bunuh diri di Paris tahun 2006.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Toshimitsu Shigemura, seorang profesor di Universitas Waseda Tokyo, mengatakan kepada Daily Telegraph bahwa dirinya tidak akan terkejut jika Kim sudah meninggal, mengingat sejarah sakitnya. Shigemura mengatakan, "Tidak ada yang bisa melawan dia dan dia bisa memaksa partai dan militer untuk mematuhi perintahnya dengan menggunakan nama ayahnya. Hilangnya dia pasti akan menyebabkan banyak masalah politik di Pyongyang. Kim Jong Un mungkin mencoba untuk menutupi ketiadaannya untuk sementara guna mengonsolidasikan kekuatan politiknya sendiri."Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.