Lebanon Terkoyak Imbas Perang Suriah

Kompas.com - 03/01/2014, 01:36 WIB
Bom mobil meledak di Sassine Square, pusat keramaian di Distrik Ashrafiyah, Beirut, Lebanon, Jumat (19/10/2012) siang. Seridaknya 8 tewas dan 78 luka-luka dalam insiden ini. AP Photo/Hussein MallaBom mobil meledak di Sassine Square, pusat keramaian di Distrik Ashrafiyah, Beirut, Lebanon, Jumat (19/10/2012) siang. Seridaknya 8 tewas dan 78 luka-luka dalam insiden ini.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BEIRUT, KOMPAS.com - Sebuah bom mobil meledak dan menewaskan empat orang di Beirut, Lebanon, Kamis (2/1/2014). Insiden di Lebanon punya kaitan erat dengan perang di Suriah antara rezim Bashar al-Assad dengan kubu oposisi.

Presiden Lebanon Michel Sleiman mengatakan pelaku pemboman di Beirut, Kamis (2/1/2014), adalah orang-orang yang sama dengan para teroris, pelaku pembunuhan dan perusakan di seluruh Lebanon.

Sleiman dalam pernyataannya menyerukan solidaritas dan dialog di antara para pemimpin Lebanon yang terpecah-belah. Dia pun memerintahkan aparat keamanan untuk melipatgandakan upaya untuk membawa pelaku peledakan ke pengadilan.

Caretaker Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan teroris tak membeda-bedakan sasaran. "Mereka tidak menginginkan stabilitas negara ini. Mereka punya rencana konspirasi keji untuk menenggelamkan Lebanon dalam perselisihan sektarian," ujar dia.

Kedubes AS di Lebanon menulis dalam akun Twitter mereka, "Kami mengutuk pemboman teroris ini. #Dahieh #Beirut Bela sungkawa kami untuk para korban dan keluarga."

Pernyataan lewat Twitter juga ditulis Duta Besar Inggris untuk Lebanon, Tom Fletcher. "Mengutuk serangan hari ini di Beirut dengan korban warga sipil Lebanon."

Serangan bom di Beirut ini merupakan yang keempat setelah Hizbullah mengumumkan dukungan terhadap rezim Bashar al-Assad di Suriah pada April 2013.

Bom ini meledak tak lebih dari sepekan setelah serangan di pusat kota Beirut yang menewaskan delapan orang, dengan Mohammad Chatah merupakan salah satu korban. Chatah adalah mantan Menteri Keuangan Lebanon yang dikenal sebagai pengritik keras Hizbullah dan rezim Assad di Suriah.

Selain dua serangan tersebut, dua bom lain sebelumnya meledak di Kedutaan Iran. Ledakan pertama pada 15 Agustus 2013 menewaskan 27 orang. Sementara ledakan lain tak memakan korban jiwa meskipun 50-an orang terluka.

Mantan Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, mengatakan rentetan ledakan di Beirut ini adalah kejahatan. Sehari sebelumnya, Rabu (1/1/2014), Menteri Pertahanan Lebanon Fayez Ghosn mengatakan tentara telah menangkap pelaku yang mengklaim sebagai penyerang kedutaan besar Iran.

Kekerasan di Lebanon akhir-akhir ini merupakan imbas dari konflik horisontal di Suriah, negara tetangga. Perpecahan menyeruak di Lebanon, karena sebagian warga pro-rezim Suriah dan sebagian yang lain mendukung kubu oposisi Suriah.

Isu Suriah sangat sensitif di Lebanon, karena hampir selama tiga dekade Suriah menduduki Lebanon dan pendudukan tersebut baru berakhir pada 2005. Meskipun Suriah sudah menarik mundur pasukannya dari Lebanon tetapi Assad masih memiliki pengaruh kuat di sana melalui para sekutunya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X