Latvia Rayakan Tahun Baru dengan Berganti Mata Uang - Kompas.com

Latvia Rayakan Tahun Baru dengan Berganti Mata Uang

Kompas.com - 01/01/2014, 06:40 WIB
BBC Ilustrasi mata uang euro

RIGA, KOMPAS.com — Latvia merayakan tahun baru kali ini dengan menjadi anggota ke-18 zona euro. Negara Baltik ini secara resmi memakai mata uang euro per 1 Januari 2014 pukul 00.00 waktu setempat.

Sebelumnya Lativa juga sudah bergabung dengan pasukan sekutu (NATO) dan Uni Eropa pada 2004. Memasuki zona euro ini dinilai merupakan langkah penting kepemimpinan Latvia karena bakal mendorong mereka berintegrasi lebih dalam ke Barat.

Ini merupakan hasil dari langkah panjang Latvia, yang mereka lakukan bersama negara-negara Baltik lain, seperti Estonia dan Lituania yang memisahkan diri dari Uni Soviet pada awal 1990-an.

"Bergabung (ke zona) euro menandai selesainya perjalanan Latvia kembali ke jantung politik dan ekonomi benua kami, dan itu adalah sesuatu bagi kita semua untuk merayakannya," kata Olli Rehn, komisaris Uni Eropa yang bertanggung jawab atas urusan ekonomi dan moneter.

Namun, justru banyak warga Latvia yang menanggapi skeptis. Jajak pendapat mengatakan, setengah warga negara itu menolak peralihan mata uang, meski dukungan untuk berganti mata uang mendapat tambahan pendukung selama 2013.

Masih banyak warga Latvia menolak pergantian mata uang. Bagi mereka, lat bukan sekadar mata uang, tetapi juga merupakan simbol kemerdekaan. Ada pula kekhawatiran soal krisis utang di zona euro.

Para pemimpin Eropa menyambut masuknya Latvia sebagai dorongan untuk blok mata uang tersebut. Meski demikian, faktanya, Latvia hanya negara miskin dengan penduduk 2 juta jiwa, terlalu kecil bagi zona euro.

Sebaliknya, beberapa pakar sudah menyatakan keprihatinan atas dugaan pemanfaatan Latvia sebagai surga pencucian uang dari Timur Tengah. Kekhawatiran itu mencuat beberapa waktu lalu setelah zona euro memberikan dana talangan bagi Syprus, negara kecil anggota zona euro yang, sebelum perekonomiannya hancur, merupakan "penampung dana" dari Rusia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPalupi Annisa Auliani
SumberAP

Terkini Lainnya

Rezim Assad Bertanggung Jawab Terhadap 98 Persen Serangan Kimia di Suriah

Rezim Assad Bertanggung Jawab Terhadap 98 Persen Serangan Kimia di Suriah

Internasional
'Jangan Gara-gara Tak Suka Salah Satu Capres, Tidak ke TPS, Itu Rugi...'

"Jangan Gara-gara Tak Suka Salah Satu Capres, Tidak ke TPS, Itu Rugi..."

Regional
Perbaikan Jalan KH Noer Ali Bekasi Ditargetkan Rampung 10 Maret

Perbaikan Jalan KH Noer Ali Bekasi Ditargetkan Rampung 10 Maret

Megapolitan
Terintegrasi dengan MRT, Transjakarta dari BSD dan Bintaro Akan Dilayani Bus Premium

Terintegrasi dengan MRT, Transjakarta dari BSD dan Bintaro Akan Dilayani Bus Premium

Megapolitan
Bus Transjakarta Hangus Terbakar di Pasar Baru

Bus Transjakarta Hangus Terbakar di Pasar Baru

Megapolitan
Petani se-Priangan Timur Jabar Deklarasi Dukung Capres Jokowi-Ma'ruf

Petani se-Priangan Timur Jabar Deklarasi Dukung Capres Jokowi-Ma'ruf

Regional
Jelang 'London Book Fair', Bekraf Gelar Festival Kuliner dan Budaya

Jelang "London Book Fair", Bekraf Gelar Festival Kuliner dan Budaya

Edukasi
Biografi Tokoh Dunia: Geronimo, Pejuang dari Suku Apache

Biografi Tokoh Dunia: Geronimo, Pejuang dari Suku Apache

Internasional
Jadi Buron Kasus Penggelapan Uang, Pelarian Elly Terhenti di Cijantung

Jadi Buron Kasus Penggelapan Uang, Pelarian Elly Terhenti di Cijantung

Regional
Data Dinilai Jadi Senjata Jokowi, Prabowo Disebut Terpaku pada Narasi Besar

Data Dinilai Jadi Senjata Jokowi, Prabowo Disebut Terpaku pada Narasi Besar

Nasional
Musim Hujan, Saatnya Berburu Buah Cempedak Khas Bangka

Musim Hujan, Saatnya Berburu Buah Cempedak Khas Bangka

Regional
KPU Kabupaten Bogor Mulai Lakukan Pelipatan Kertas Suara Pileg 2019

KPU Kabupaten Bogor Mulai Lakukan Pelipatan Kertas Suara Pileg 2019

Regional
KPU Benarkan Adanya Keributan Antara Pendukung Jokowi dan Prabowo saat Debat

KPU Benarkan Adanya Keributan Antara Pendukung Jokowi dan Prabowo saat Debat

Nasional
Rekonstruksi Pembunuhan Pedagang Es Campur di Aceh Dikawal Ketat

Rekonstruksi Pembunuhan Pedagang Es Campur di Aceh Dikawal Ketat

Regional
Kunjungi Islamabad, MBS Bebaskan 2.107 Warga Pakistan yang Dipenjara di Saudi

Kunjungi Islamabad, MBS Bebaskan 2.107 Warga Pakistan yang Dipenjara di Saudi

Internasional

Close Ads X