Kompas.com - 01/01/2014, 00:37 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. AP Photo/Wong Maye-EPresiden Rusia Vladimir Putin.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia, Selasa (31/12/2013), mendengar dua versi pidato ucapan Selamat Tahun Baru dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Satu versi tidak menyebutkan dua ledakan bom bunuh diri yang mengguncang Volgograd, Minggu (29/12/2013) dan Senin (30/12/2013).

Perbedaan isi pidato Putin itu disebut sebagai kesalahan teknis. Bagian paling timur Rusia, seperti Kamchatka, Chukotka, dan Magadan, yang punya zona waktu 8 jam lebih awal daripada Moskwa, mendengarkan versi dengan "kesalahan teknis" itu.

Versi pidato Putin tanpa peristiwa Volgograd dibuat di Kremlin. Sedangkan versi kedua yang tayang dan ditonton oleh warga Rusia di area yang lebih ke barat, Putin berbicara dari kota Khabarovsk.

Dalam pidato versi kedua, Putin bersumpah akan menghancurkan dalang bom bunuh diri di Volgograd. Dua bom bunuh diri mengguncang stasiun Volgograd dan sebuah bus komuter pagi. Data sampai Selasa pagi, kedua bom telah menewaskan 34 orang.

Versi kedua adalah pidato yang ditayangkan tepat pada detik-detik pergantian tahun baru di Moskwa. Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, kepada radio Echo Moscow mengatakan munculnya dua versi pidato ini merupakan kesalahan langka.

"Itu adalah kesalahan teknis," kata Peskov. Versi pertama, ujar dia, direkam sebelum Putin memutuskan akan berkunjung ke Kabarovsk dan membuat pidato baru. Menurut dia, para pejabat di daerah hanya gagal mendapatkan versi terbaru pidato untuk wilayah terjauh di bagian timur Rusia, sampai detik-detik pergantian tahun.

Dalam pidato versi terbarunya, Putin mengatakan berbicara bukan dari Kremlin sebagaimana biasanya. Dia mengaku berada di Khabarovsk karena ingin menunjukkan solidaritas kepada penduduk setempat yang mengalami banjir musim panas.

Pidato Tahun Baru pemimpin Rusia dari Kremlin setara dengan pidato Pidato Natal Ratu Elizabeth II bila di Inggris. Salah satu pidato pergantian tahun yang terkenal adalah ketika Boris Yeltsin menyatakan pengunduran diri dan menyerahkan kepresidenan kepada Putin pada 31 Desember 1999.

 

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X