Kompas.com - 29/12/2013, 04:39 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BEIRUT, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sabtu (28/12/2013), untuk pertama kali mengeluarkan pernyataan resmi bahwa tenggat waktu 31 Desember 2013 untuk pelucutan senjata kimia Suriah tak akan bisa terpenuhi.

Meski demikian, PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengatakan sudah ada kemajuan penting terkait pelucutan tersebut. Namun, mereka tetap meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad meningkatkan upaya memenuhi tenggat waktu yang disepakati dalam forum internasional itu.

Tenggat waktu tersebut merupakan tonnggak penting pertama yang dibuat soal konflik Suriah oleh Dewan Keamanan PBB. Tujuan akhir pelucutan adalah pemusnahan senjata kimia di Suriah pada pertengahan 2014.

"Persiapan terus dilakukan untuk mengangkut sebagian besar bahan kimia dari Suriah untuk dihancurkan (di luar Suriah). Namun pada tahap ini pengangkutan bahan kimia yang paling penting sebelum 31 Desember (2013) tidak mungkin dilakukan," kata pernyataan bersama PBB-OPCW.

Berdasarkan rencana kesepakatan internasional, bahan kimia Suriah akan dibawa ke pelabuhan di Italia untuk kemudian dibawa ke kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang punya peralatan untuk menghancurkan senjata di laut.

Kesepakatan pelucutan dan penghancuran senjata kimia tersebut merupakan "jalan tengah" mencegah pengerahan militer Amerika Serikat ke Suriah yang mendapat tentangan keras dari Rusia. Sekurangnya ada 1.000 ton bahan kimia terikat oleh kesepakatan tersebut.

Sebelumnya tim investigasi PBB memastikan penggunaan senjata kimia dalam beberapa serangan ke kawasan yang dikuasai kubu oposisi, tanpa menyebutkan pelaku serangan. Salah satu serangan itu terjadi pada 21 Agustus 2013 di dekat Damaskus menewaskan sekitar 1.400 orang menurut klaim Amerika Serikat.

PBB dan OPCW memantau dan membantu operasi pelucutan dan pemusnahan senjata kimia Suriah tetapi tanggung jawab utama pemindahan ada pada Pemerintah Suriah. Kemajuan penting yang dibuat Suriah, sebut pernyataan bersama kedua organisasi itu, adalah telah dilakukannya perusakan peralatan dan fasilitas rudal pembawa senjata kimia, lebih cepat dari jadwal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.