Kompas.com - 27/12/2013, 12:19 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM - AS secara diam-diam sedang mengirim puluhan rudal Hellfire dan pesawat tak berawak (drone) pemantau yang berteknologi rendah ke Irak untuk membantu pasukan pemerintah memerangi maraknya aksi kekerasan yang dilacarkan para pemberontakan yang didukung Al Qaeda di Irak barat. The New York Times Rabu (25/12) waktu AS melaporkan bahwa langkah itu terjadi setelah Perdana Menteri Irak, Nuri Kamal al-Maliki, meminta bantuan untuk memerangi kelompok ekstremis saat bertemu Presiden Barack Obama di Washington, November lalu.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi laporan itu kepada CNN, Kamis. Pejabat itu mengatakan, drone yang dikirim adalah jenis ScanEagle. Sedikitnya 75 rudal Hellfire yang  dibeli Irak telah tiba di Irak pekan lalu. Sementara 10 drone ScanEagle akan dikirim pada bulan-bulan awal tahun depan.

"Pengiriman rudal Hellfire belum lama ini dan rencana pengiriman ScanEagles merupakan standar penjualan peralatan militer kepada pihak asing (foreign military sales/FMS) yang kami lakukan dengan Irak untuk memperkuat kemampuan mereka dalam memerangi ancaman," kata pejabat Deplu AS yang tidak mau disebut jatidirnya kepada CNN. Pasukan AS sudah dua tahun meninggalkan Irak. Namun pejabat itu mengatakan, "Kami tetap berkomitmen mendukung pemerintah Irak dalam memenuhi kebutuhan pertahanannya dalam menghadapi sejumlah tantangan."

Juru bicara Deplu AS, Jennifer Psaki, baru-baru ini mengemukakan bahwa teroris "sedang berusaha untuk menguasai wilayah Irak." Adanya peningkatan kekerasan di beberapa bagian Irak telah memperlihatkan tantangan keamanan yang sedang dihadapi negara itu sejak kepergian pasukan AS pada akhir 2011.

Tepat pada Hari Natal, dua ledakan bom mobil yang menyasar orang-orang Kristen menewaskan dan melukai lebih dari 100 orang di Baghdad selatan. Satu bom meledak di luar gereja ketika para jemaat pulang dari kebaktian Natal. Satu bom lagi meledak di sebuah pasar di mana banyak terdapat toko-toko orang Kristen, kata polisi. Setidaknya 38 orang tewas dalam dua ledakan bom itu yang juga melukai sekitar 70 orang lainnya, kata Kementerian Dalam Negeri.

Kedutaan Besar AS di Baghdad mengecam serangan tersebut. "Komunitas Kristen di Irak telah menjadi sasaran para teroris selama bertahun-tahun, sebagaimana juga banyak warga Irak tak berdosa lainnya," kata pernyataan kedutaan itu seperti dikutip CNN. "Amerika Serikat mengecam semua serangan itu dan berkomitmen pada kemitraannya dengan pemerintah Irak untuk memerangi terorisme."

Irak mengalami kekerasan sektarian yang meningkat tahun ini terutama terkait ketegangan antara minoritas masyarakat Sunni yang tidak puas dan mayoritas masyarakat Syiah yang mengendalikan pemerintahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.