Kompas.com - 25/12/2013, 07:15 WIB
Ilustrasi KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAIlustrasi
|
EditorPalupi Annisa Auliani

AUGUSTA, KOMPAS.com — Lebih dari 500.000 rumah dan kantor masih gelap gulita tanpa listrik, Selasa (24/12/2013), di bagian tengah dan timur laut Amerika Serikat dan Kanada. Listrik padam sejak akhir pekan lalu setelah es dan badai salju menerpa seluruh wilayah tersebut. Setidaknya 14 orang tewas akibat badai ini.

US National Weather Service mengatakan, lebih banyak salju diperkirakan akan bergeser ke Northern High Plains dan Central Rockies sebelum bergulir ke Great Lakes dan Midwest pada Rabu (25/12/2013) pagi waktu setempat.

Sedangkan di Kanada, polisi mengatakan, dua orang meninggal di Ontario karena keracunan karbon monoksida setelah menggunakan generator gas untuk memanaskan rumah mereka. Rumah mereka berada di permukiman yang mengalami "blackout" di kawasan timur laut Toronto.

Pejabat di Toronto mengatakan, sekitar 90.000 pelanggan masih belum mendapat aliran listrik pada Selasa. Angka tersebut sudah jauh berkurang dari angka 300.000 rumah yang terputus aliran listriknya pada akhir pekan lalu. Para pejabat memperkirakan sebagian rumah masih akan mengalami kegelapan hingga setelah Natal.

Daerah yang tak mendapatkan aliran listrik di Kanada ini berada di kawasan yang pada Selasa juga mendapat peringatan akan mengalami suhu jauh di bawah titik beku. Beberapa negara bagian Amerika Serikat terus membuka penampungan darurat bagi warga dari daerah yang terputus aliran listriknya.

Di Maine, pelanggan yang harus melewati Natal tanpa listrik terus melonjak menjadi lebih dari 100.000 rumah pada Selasa. Central Maine Power Co telah mengirim lebih dari 1.000 pekerja untuk berupaya segera mengembalikan aliran listrik ke seluruh negara bagian ini.

Kondisi serupa terjadi di Michigan, dengan Jackson merupakan wilayah basis konsumen energi terbesar di negara tersebut. Listrik padam di Jackson merupakan yang pertama kali terjadi dalam sejarah 126 tahun kehadiran kota itu.

Badai es dan salju yang menghantam Amerika Serikat dan Kanada pada Sabtu (21/12/2013) malam memadamkan listrik bagi 17 persen dari 1,8 juta pelanggan di Michigan. Hingga Selasa, listrik belum kembali mengalir ke 157.000 rumah pelanggan.


Baca tentang


Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X