Kompas.com - 25/12/2013, 06:36 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

VATIKAN, KOMPAS.com — Misa Natal pertama yang dipimpin Paus Fransiskus, Selasa (24/12/2013), diikuti oleh ribuan jemaat yang datang dari beragam belahan dunia. Mereka menilai Paus Fransiskus membawa angin segar bagi gereja.

"(Dia) membawa era baru ke dalam gereja, gereja yang berfokus lebih banyak pada kaum miskin dan yang menjalani hidup lebih keras, gereja yang peduli tentang semua orang di dunia," kata Dolores Di Benedetto, yang datang dari Argentina, kampung halaman Paus.

Sedangkan Giacchino Sabello dari Italia mengatakan, ia baru pertama kali mengikuti misa tengah malam sebelumnya. "Sekarang saya datang dari cukup jauh, terutama karena... saya pikir akan sangat bagus mendengar kata-kata dari Paus ini untuk menutup tahun dan melihat bagaimana orang-orang terhanyut olehnya," kata dia.

Hari sibuk Paus

Malam Natal mengawali hari-hari sibuk bagi Paus. Setelah misa ini, Rabu (25/12/2013) siang waktu setempat, sekitar pukul 11.00 GMT atau 18.00 WIB, ia akan memberikan pesan dan berkat kepausan "Urbi et Orbi" yang kedua. Pemberkatan pertama dia lakukan pada perayaan Paskah.

Pada 31 Desember 2013 Paus Fransiskus juga akan memimpin misa syukur akhir tahun di dalam basilika. Hari-hari berikutnya akan dipadati agenda misa tahun baru untuk menandai Hari Perdamaian Dunia Gereja Katolik Roma.

Pada 6 Januari 2013, Paus Fransiskus akan merayakan misa di alun-alun gereja untuk menandai hari raya Epiphany. Ini adalah peringatan kunjungan orang Majusi ke bayi Yesus.

Khotbah Natal pertama

Misa malam Natal diikuti sekitar 10.000 orang di Basilika Santo Petrus dengan ratusan orang lain menonton melalui layar raksasa di alun-alun.

Lonceng besar basilika, lonceng yang sama sebagai penanda keterpilihannya sebagai Paus pada 13 Maret 2013, berdentang ketika terdengar lantunan Gloria oleh Sistine Chapel Choir.

Paus menyampaikan khotbah singkat dan sederhana saja. "Manusia dapat memilih antara gelap dan terang."

"... Pada setiap orang ada saat-saat terang maupun gelap, setia dan selingkuh, taat dan memberontak, menjadi peziarah atau luntang-lantung," kata Paus yang berbicara dalam bahasa Italia.

"Dalam sejarah pribadi kita, ada saat terang dan gelap, cahaya dan bayangan. Jika kita mengasihi Allah dan saudara-saudari kita, kita berjalan dalam terang. Tetapi jika hati kita tertutup, jika kita didominasi oleh kesombongan, tipu daya, mementingkan diri sendiri, maka kegelapan jatuh di dalam diri kita dan di sekitar kita," lanjut Paus.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.